200 Ton Sampah Asal Tangsel Dibuang ke Cileungsi

21 hours ago 8

Tangerang Selatan, CNN Indonesia --

Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Benyamin Davnie menyebutkan selama 14 hari ke depan masa tanggap darurat, sampah akan dibuang ke Cileungsi, Kabupaten Bogor.

Opsi tersebut sambil menunggu proses di TPAS Cilowong, Kota Serang.

"Ke Cileungsi 200 ton. Kalo enggak salah itu pabrik kertas," sebutnya di Puspemkot Tangsel, Kamis (8/1).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, pembuangan sampah ke Cileungsi merupakan solusi jangka pendek. Hal terpenting adalah tidak terjadi penumpukan sampah di pasar-pasar tradisional maupun jalan utama ruang publik.

Benyamin bilang, Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangsel sudah punya 27 unit armada truk angkutan sampah yang baru. Maka ada 40 unit armada truk yang siap dioperasikan untuk melakukan pengangkutan sampah selama masa tanggap darurat.

"Kita akan klik untuk pengangkutan sampahnya. Saya berharap bisa lebih. Tadi sudah kita bahas dalam rapat yang saya pimpin langsung. Nanti peluang itu tetap kita maksimalkan," terangnya.

Ia pastikan pemerintah Kota Tangsel tidak akan berhenti bekerja dan menyerah dalam mengatasi masalah sampah. Diinstruksikan seluruh jajaran untuk bergerak cepat dan terkoordinasi.

Penanganan titik prioritas, pengaturan ritase armada, dan penguatan pengelolaan di tingkat hulu terus dilakukan.

Benyamin mengakui ada sejumlah klausul persyaratan yang diajukan masyarakat sekitar Kecamatan Taktakan, Kota Serang. Pemerintah Kota Tangsel pasti siap menyelaraskan usulan masyarakat karena kendala teknis di daerah mitra tidak akan melumpuhkan sistem pengelolaan sampah.

"Penghentian pengiriman ke Cilowong ini bersifat sementara," ujarnya. Spesifikasi truk angkutan sampah terbaru yang disewa pemerintah Kota Tangsel di bagian kolongnya terdapat bak penampungan air lindi.

Maka, Benyamin tegaskan, selama perjalanan menuju lokasi pembuangan air lindi tidak bececeran. "Kalo enggak salah kapasitas bak penampungan air lindi sampah itu sampe delapan liter," tegasnya.

Sampah mulai diangkut

Sementara itu, gunungan sampah yang selama sepekan terakhir menumpuk di sejumlah titik, khususnya kawasan pasar tradisional, mulai dibersihkan. Pembersihan dilakukan secara bertahap, dimulai dari Pasar Cimanggis, Ciputat, dan dilanjutkan ke Pasar Jombang.

Langkah ini dilakukan seiring dengan diperpanjangnya status tanggap darurat sampah di Kota Tangerang Selatan pada periode 6 hingga 19 Januari 2026. Pemkot tidak hanya fokus pada pengangkutan, tetapi juga pengawasan ketat untuk mencegah warga kembali membuang sampah sembarangan.

Pantauan di Pasar Cimanggis, Ciputat, tumpukan sampah yang sebelumnya menggunung kini sudah mulai diangkut oleh petugas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tangsel. Petugas gabungan juga berjaga di lokasi untuk menghalau warga yang hendak membuang sampah di area tersebut.

Camat Ciputat, Mamat, mengatakan pengangkutan sampah di Pasar Cimanggis dilakukan secara intensif sejak malam hari dengan melibatkan puluhan armada.

"Pengangkutan sampah dilakukan mulai jam sembilan malam oleh DLH dengan 27 kendaraan yang mengangkut. Harapan kami setelah ini masyarakat semakin sadar karena ini bukan tempat pembuangan sampah," kata Mamat di Pasar Cimanggis, Kamis, (8/1)

Menurutnya, salah satu penyebab penumpukan adalah banyaknya warga yang datang dari berbagai wilayah hanya untuk membuang sampah ke lokasi tersebut, menyusul terbatasnya titik pembuangan.

"Tadi sejak jam enam pagi sudah banyak yang datang membawa kantong sampah dan dibuang di sini. Padahal mereka juga warga Tangsel, tapi dari mana-mana karena tidak bisa buang di tempat lain, akhirnya dibuang ke sini," ujarnya.

Setelah Pasar Cimanggis, pengangkutan sampah akan dilanjutkan ke Pasar Jombang. Mamat menyebut penanganan di lokasi lain akan dilakukan dengan pola serupa dan disertai koordinasi dengan pengelola pasar.

"Nanti malam rencananya diangkut di Pasar Jombang. Kami juga akan berkoordinasi dengan pengelola pasar supaya sampahnya dikelola dengan baik, dipilah dulu, jangan sampai berantakan seperti sekarang," jelasnya.

Selain pengangkutan, Pemkot Tangsel juga menekankan edukasi kepada masyarakat agar tidak lagi membuang sampah sembarangan dan mulai memilah sampah dari rumah tangga.

"Kami terus lakukan edukasi dan sosialisasi supaya masyarakat bisa memilah sampah organik dan anorganik di masing-masing rumah," tambah Mamat.

(arl/isn)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Sekitar Pulau| | | |