Makassar, CNN Indonesia --
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak 691 kepala keluarga (KK) mengungsi akibat dampak banjir bandang di Pulau Siau, Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara.
"Hingga saat ini, sekitar 691 kepala keluarga tercatat terdampak dan berada di lokasi pengungsian," kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari dalam keterangannya, Kamis (8/1).
Proses pendataan terhadap para pengungsi masih terus dilakukan untuk memastikan seluruh warga terdampak memperoleh bantuan dan layanan dasar yang diperlukan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Operasi pencarian dan penyelamatan korban, pendataan dampak, serta penyaluran bantuan logistik tetap menjadi prioritas utama di wilayah terdampak," ujarnya.
Berdasarkan update pada Kamis (8/1), jumlah korban jiwa meninggal dunia tercatat sebanyak 17 orang, termasuk satu korban anak yang ditemukan pada Rabu, (7/1).
"Dari total tersebut, sebagian korban telah teridentifikasi, sementara sembilan korban lainnya masih dalam proses pendataan dan identifikasi oleh petugas," ungkapnya.
Selain itu, BNPB mencatat terdapat dua orang korban yang dinyatakan hilang dan hingga kini masih dalam proses pencarian. Upaya pencarian terus dilakukan secara intensif dengan melibatkan unsur TNI, Polri, BPBD, relawan, serta masyarakat setempat.
"Dalam aspek penanganan medis, tercatat 12 orang korban dirujuk ke puskesmas untuk mendapatkan perawatan, sementara empat orang korban lainnya dirujuk ke fasilitas kesehatan di Manado guna memperoleh penanganan medis lanjutan sesuai kondisi masing-masing," jelasnya.
Dari sisi kerusakan, tercatat 30 unit rumah hilang, 52 unit rumah rusak berat, 29 unit rumah rusak sedang, dan 89 unit rumah rusak ringan.
"Selain itu, tiga unit fasilitas pendidikan terdampak, sejumlah bangunan kantor dan infrastruktur mengalami kerusakan, serta beberapa akses jalan masih terputus dan dalam pendataan lanjutan," katanya.
BPBD Kabupaten Kepulauan Sitaro terus berkoordinasi dengan BPBD Provinsi Sulawesi Utara, instansi terkait, serta pemerintah kecamatan dan kelurahan dalam rangka percepatan penanganan darurat.
"Bantuan darurat telah disalurkan ke wilayah terdampak untuk memenuhi kebutuhan dasar para pengungsi," katanya.
(mir/isn)

1 day ago
13

















































