LANNY JAYA - Di tengah selimut kabut dingin Kampung Tumbupur, Lanny Jaya, kehangatan api unggun di honai warga menjadi saksi bisu kedekatan prajurit Satgas Yonif 408/Suhbrastha (Sbh) TK Tumbupur dengan masyarakat. Pada Kamis (15/1/2026), agenda patroli kemanusiaan tak sekadar menjalankan tugas pengamanan, melainkan merajut silaturahmi mendalam demi terciptanya rasa aman yang menyentuh hingga ke relung kehidupan paling pribadi.
Dengan langkah mantap dan perlengkapan yang siap siaga, para prajurit menyusuri setiap sudut kampung, tak ragu memasuki honai-honai tradisional. Di titik kumpul yang diterangi cahaya api, obrolan mengalir hangat. Prajurit dan warga berbagi cerita, bertukar informasi mengenai kondisi keamanan terkini, serta merajut benang persaudaraan yang semakin erat.
Danpos Tumbupur, Kapten Inf Panca, menegaskan bahwa kehadiran mereka melampaui sekadar mandat pengamanan. Ini adalah wujud nyata komitmen negara untuk memastikan setiap warganya merasa aman dan terlindungi.
“Kehadiran kami bukan hanya untuk menjalankan tugas pengamanan, tetapi juga memastikan masyarakat merasa aman dan didampingi. Kami ingin membangun kepercayaan dengan cara sederhana: hadir, mendengar, dan menyatu dengan warga, ” ujar Kapten Panca.
Pendekatan humanis, menurut Kapten Panca, menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah pegunungan Papua yang sarat akan tantangan geografis dan sosial. Ia menekankan bahwa negara hadir sepenuhnya untuk memberikan ketenangan.
“Selama Satgas Yonif 408/Sbh bertugas di Tumbupur, kami berkomitmen menjaga keamanan dan ketenangan masyarakat. Tidak ada ruang bagi rasa takut. Negara harus benar-benar hadir hingga ke honai-honai warga, ” tegasnya.
Sambutan positif dari masyarakat Kampung Tumbupur tak terhindarkan. Mereka mengungkapkan rasa tenang dan terlindungi berkat patroli rutin yang dijalankan dengan pendekatan persuasif dan penuh kekeluargaan. Kehadiran TNI di tengah mereka memberikan rasa aman yang tak ternilai.
“Kalau bapak-bapak TNI datang ke honai kami, kami merasa aman. Kami percaya ada yang menjaga kami siang dan malam. Bagi kami, TNI bukan orang lain, tapi keluarga, ” ungkap salah satu warga Kampung Tumbupur, merangkum perasaan sukacita dan kepercayaan.
Kegiatan patroli honai ini menjadi sebuah simbol pengabdian tulus para prajurit. Lebih dari sekadar penjaga pertahanan, Satgas Yonif 408/Sbh menjelma menjadi mitra masyarakat, merawat harapan, dan menjadi representasi nyata kehadiran negara di pelosok Papua Pegunungan yang terpencil.
Dengan konsistensi dan sentuhan kemanusiaan, Satgas Yonif 408/Sbh TK Tumbupur terus menunjukkan dedikasinya dalam melindungi masyarakat serta merawat stabilitas keamanan. Tujuannya jelas: mewujudkan keberlangsungan kehidupan yang damai dan aman di Kampung Tumbupur. (Wartamiliter)


















































