PURWOREJO - Harapan keluarga Ngaliman untuk memiliki rumah yang lebih layak mulai terlihat nyata. Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) milik warga Desa Watuduwur, Kecamatan Bruno, Kabupaten Purworejo, yang direhab melalui program TMMD Reguler ke-129 Kodim 0708 Purworejo, kini memasuki tahap hampir rampung pemasangan dinding batako, Senin (20/7/2026).
Sejak pagi, personel Satgas TMMD bersama warga bergotong royong menyelesaikan pemasangan batako pada bangunan utama rumah. Di bawah terik matahari, proses pembangunan terus dikebut agar rumah tersebut segera dapat ditempati keluarga Ngaliman dengan kondisi yang lebih aman, nyaman, dan layak.
Perubahan rumah itu mulai terlihat jelas. Bangunan yang sebelumnya berada dalam kondisi kurang layak huni kini perlahan berubah menjadi hunian yang lebih kokoh. Hampir selesainya pemasangan dinding batako menjadi salah satu tahapan penting dalam mewujudkan harapan keluarga penerima manfaat.

Babinsa Desa Watuduwur, Sertu Supriyanto, mengatakan progres pembangunan RTLH berjalan sesuai target berkat kekompakan antara prajurit TNI dan masyarakat.
“Alhamdulillah, pemasangan dinding batako sudah hampir selesai. Semangat gotong royong warga bersama anggota Satgas TMMD sangat luar biasa. Kami berharap rumah ini segera rampung sehingga keluarga Bapak Ngaliman dapat menikmati tempat tinggal yang lebih layak, aman, dan nyaman, ” ujar Sertu Supriyanto.
Menurutnya, semangat kebersamaan menjadi kekuatan utama dalam mempercepat pembangunan rumah tersebut. Setiap tahapan dikerjakan secara bersama-sama agar sasaran fisik TMMD dapat selesai sesuai rencana.
Program RTLH TMMD Reguler ke-129 Kodim 0708 Purworejo tidak sekadar menghadirkan bangunan baru bagi warga. Lebih dari itu, pembangunan tersebut menjadi simbol hadirnya harapan baru bagi keluarga Ngaliman sekaligus wujud nyata gotong royong TNI dan rakyat dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat Desa Watuduwur.
Di tengah deru pembangunan dan keringat yang tercurah, rumah baru itu perlahan berdiri. Bagi keluarga Ngaliman, setiap susunan batako bukan sekadar bagian dari bangunan, melainkan langkah menuju kehidupan yang lebih aman, nyaman, dan bermartabat.
(Agung)

















































