LANNY JAYA - Di tengah bentangan alam Lanny Jaya yang memukau, sebuah momen kebersamaan yang menghangatkan hati terjalin antara prajurit TNI dan masyarakat Kampung Luarem. Minggu (18/1/2026) menjadi saksi bisu bagaimana Satgas Yonif 408/SBH, yang bertugas di Distrik Kuyawage, Kabupaten Lanny Jaya, Papua Pegunungan, turut serta dalam ibadah doa bersama warga di Gereja Baptis Karupura. Kehadiran mereka bukan sekadar menjalankan tugas, melainkan merajut kedekatan spiritual dan emosional yang tulus.
Suasana khidmat menyelimuti gereja saat prajurit Satgas duduk berdampingan dengan berbagai lapisan masyarakat—mulai dari anak-anak polos, mama-mama Papua yang penuh kasih, hingga para tetua kampung yang bijaksana. Tanpa sekat, tanpa jarak, doa-doa dipanjatkan bersama, mengalir tulus untuk keselamatan, kedamaian kampung, serta kelancaran tugas para prajurit yang rela berjauhan dari keluarga demi mengabdi.
Kegiatan ibadah bersama ini lebih dari sekadar ritual keagamaan; ia adalah cerminan nyata dari sinergi antara TNI dan masyarakat. Kehadiran para prajurit TNI di sini melampaui peran sebagai penjaga keamanan. Mereka hadir sebagai bagian tak terpisahkan dari denyut nadi kehidupan sosial dan spiritual warga Kuyawage, berbagi suka dan duka dalam setiap langkah pengabdian.
Kapten Inf Soleh Arifin, Komandan Pos Kuyawage, mengungkapkan betapa ibadah bersama ini menjadi sumber kekuatan moral dan batin yang tak ternilai bagi para prajurit yang bertugas di wilayah pedalaman. Ia merasakan secara langsung bagaimana kedekatan spiritual ini membekali mereka dalam menjalankan amanah.
“Duduk dan berdoa bersama masyarakat memberi kami kekuatan tersendiri. Kami sadar tugas Satgas bukan hanya menjaga keamanan, tetapi juga menjaga kepercayaan dan hati masyarakat. Kami memohon agar setiap langkah pengabdian kami membawa kedamaian bagi Kuyawage, ” ujar Kapten Soleh Arifin.
Tak ketinggalan, Pendeta Jefri Tabuni, pimpinan jemaat Gereja Baptis Karupura, tak mampu menutupi rasa haru dan apresiasinya atas kehadiran Satgas Yonif 408/SBH dalam momen ibadah tersebut. Ia melihat ketulusan yang terpancar dari para prajurit.
“Kehadiran bapak-bapak TNI yang mau duduk sejajar dan berdoa bersama jemaat sangat menyentuh hati kami. Kami merasakan ketulusan dan kasih. Kami percaya Tuhan mengutus Satgas untuk menjaga, melindungi, dan menjadi berkat bagi kampung ini, ” ungkap Pendeta Jefri Tabuni.
Sang pendeta turut mendoakan agar seluruh prajurit senantiasa dianugerahi kesehatan, perlindungan, dan kekuatan dalam menunaikan tugas mulia mereka di pelosok negeri.
Melalui ikatan iman yang kokoh ini, Satgas Yonif 408/SBH kembali menegaskan komitmennya untuk senantiasa mengedepankan pendekatan humanis. Nilai-nilai iman, persaudaraan, dan kemanusiaan menjadi pijakan utama dalam setiap tindakan mereka. Kebersamaan yang terjalin di Kuyawage ini menjadi fondasi krusial dalam membangun suasana yang aman, damai, dan harmonis di tanah Papua Pegunungan.


















































