DPRD DKI Minta Audit Kabel di Jakarta Usai Kecelakaan Siswi SMAN 6

4 hours ago 2

Jakarta, CNN Indonesia --

Anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi PDI Perjuangan, Hardiyanto Kenneth meminta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk mengaudit seluruh jaringan kabel udara di Jakarta.

Hal ini dilakukan menyusul insiden kecelakaan maut yang menewaskan siswi SMAN 6 Jakarta berinisial NAEP (16) akibat terjatuh dari sepeda motor yang tersangkut kabel dan terlindas bus di kawasan Jakarta Selatan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kata Kenneth, peristiwa tersebut tidak boleh dianggap sebagai kecelakaan lalu lintas biasa. Menurut dia, tragedi yang merenggut nyawa seorang pelajar itu merupakan alarm keras atas lemahnya pengawasan dan buruknya tata kelola infrastruktur utilitas di Jakarta.

"Saya menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga korban. Namun di balik duka ini, ada persoalan serius yang harus dibenahi. Ini bukan sekadar kecelakaan biasa, melainkan indikasi adanya kelalaian dalam pengelolaan infrastruktur utilitas yang berpotensi membahayakan masyarakat," kata Kenneth dalam keterangannya, Rabu (24/6).

Karenanya, Kenneth meminta Pemprov DKI Jakarta bersama instansi terkait segera melakukan investigasi menyeluruh untuk mengungkap penyebab pasti kejadian. Termasuk, menelusuri pihak yang bertanggung jawab atas keberadaan kabel menjuntai di lokasi kecelakaan.

Kenneth menyebut eselamatan warga tidak boleh dikalahkan oleh lemahnya pengawasan maupun buruknya tata kelola utilitas. Atas dasar itu, jika ditemukan unsur kelalaian dari perusahaan pemilik jaringan utilitas, pemerintah harus memberikan sanksi tegas.

"Jangan sampai kasus ini berhenti pada rasa prihatin semata. Harus ada evaluasi dan penegakan tanggung jawab yang jelas. Keselamatan warga tidak boleh dikalahkan oleh lemahnya pengawasan maupun buruknya tata kelola utilitas," tutur dia.

"Jika terbukti lalai, perusahaan utilitas harus dikenai denda maksimal, pembekuan izin, hingga tanggung jawab penuh kepada keluarga korban," sambungnya.

Kenneth menilai persoalan kabel semrawut di Jakarta bukanlah masalah baru. Menurutnya, persoalan kabel menjuntai yang terus berulang menunjukkan ada kegagalan dalam penegakan aturan yang sebenarnya sudah tersedia.

Padahal, kata dia, Jakarta telah memiliki landasan hukum yang jelas melalui Peraturan Daerah (Perda) Nomor 8 Tahun 2025 tentang Penempatan Jaringan Utilitas yang mengatur pemindahan jaringan kabel udara ke bawah tanah.

Atas dasar itu, Kenneth berpendapat sudah saatnya dilakukan audit total terhadap seluruh jaringan kabel udara di Jakarta untuk memetakan titik-titik rawan yang berpotensi menimbulkan kecelakaan serupa.

"Kita masih sering menemukan kabel semrawut dan menjuntai di berbagai wilayah Jakarta. Kondisi ini tidak bisa lagi dianggap biasa. Pemerintah harus segera melakukan pendataan, penertiban, dan memastikan seluruh pemilik utilitas mematuhi standar keselamatan yang berlaku," ucap dia.

Kenneth turut menyoroti lemahnya eksekusi kebijakan penataan utilitas oleh perangkat daerah terkait. Ia menilai, perlu ada evaluasi menyeluruh terhadap kinerja Dinas Bina Marga DKI Jakarta sebagai instansi yang memiliki peran penting dalam pengawasan dan penataan utilitas perkotaan.

"Jakarta membutuhkan audit total kabel udara dan satu komando pengawasan utilitas agar tidak ada lagi saling lempar tanggung jawab. Keselamatan warga harus menjadi prioritas utama," katanya.

Lebih lanjut, Kenneth juga mendorong pemerintah melakukan operasi besar-besaran untuk menertibkan kabel udara yang dinilai membahayakan keselamatan masyarakat. Ia meminta seluruh titik kabel menjuntai di Jakarta segera dipetakan dan ditindak.

"Harus tegas melakukan operasi besar-besaran. Kita cek se-Jakarta ini di mana titik kabel menjuntai, kita potong saja. Kalau mereka terdampak, kan nanti bisa koordinasi, kita suruh mereka turun ke bawah," ucap dia.

Sebelumnya, siswi kelas X Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 6 Jakarta berinisial NAEP tewas akibat terjatuh dari sepeda motor yang tersangkut kabel seling, kemudian terlindas bus sekolah di Jakarta Selatan pada Kamis (18/6). Saat itu, korban sedang diantar ke sekolah oleh ayahnya.

"Awal kejadian itu pagi hari sekitar jam 05.30 WIB. Ketika ada pengendara sepeda motor berboncengan melintas di Jalan Lauser. Kebetulan, bertempat tinggal di daerah Ciledug, mengantar anak sekolah," kata Camat Kebayoran Baru Rachmat Mulyadi, Kamis (18/6).

Dia mengatakan kecelakaan itu terjadi saat sepeda motor yang ditumpangi korban melintas di lokasi kejadian, yakni di Jalan Lauser, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Namun, setang motor tersebut diduga tersangkut kabel yang melintang dan menjorok ke badan jalan sehingga kendaraan oleng dan pengendaranya terjatuh.

"Ketika melewati Jalan Lauser, persis di depan taman, ada kabel yang melintang, agak menjorok ke jalan, sehingga setang motor pengendara tersebut jadi nyangkut, kemudian oleng, sehingga jatuh, dan pada saat jatuh itu, yang dibonceng menjadi korban meninggal dunia," jelas Rachmat.

(dis/ugo)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Sekitar Pulau| | | |