LANNY JAYA - Di tengah kehangatan tungku api dan kesederhanaan honai, sebuah momen tak terlupakan tercipta di Kampung Tumbupur, Distrik Kuyawage, Kabupaten Lanny Jaya, Papua Pegunungan. Prajurit Satgas Yonif 408/Sbh pada Senin (5/1/2026) tidak hadir sebagai aparat, melainkan sebagai saudara yang duduk sejajar, mendengarkan denyut nadi kehidupan masyarakat pedalaman.
Pendekatan humanis menjadi pondasi utama yang kokoh dalam upaya menjaga stabilitas keamanan di wilayah yang kaya akan budaya ini. Satgas Yonif 408/Sbh membuktikan bahwa komunikasi tulus adalah kunci untuk meruntuhkan sekat dan menumbuhkan rasa saling percaya.
Perbincangan hangat mengalir, meliputi cerita keseharian warga, harapan akan keamanan, hingga cita-cita kehidupan yang damai. Interaksi tatap muka di honai ini menjadi sarana berharga untuk memahami lebih dalam kebutuhan masyarakat, sekaligus mempererat ikatan emosional di tengah keterbatasan akses.
Kapten Inf Panca, Danpos Tumbupur, mengungkapkan esensi dari kegiatan ini. “Komsos ini adalah jembatan hati antara kami dan masyarakat. Dengan duduk bersama di honai, kami ingin menunjukkan bahwa Satgas hadir sebagai saudara. Dari sinilah kami bisa mendengar langsung keluhan, harapan, dan kebutuhan warga, sehingga setiap langkah yang kami ambil benar-benar berpihak pada rasa aman dan kesejahteraan masyarakat, ” ujarnya dengan penuh keyakinan.
Sambutan hangat tak luput dari warga Kampung Tumbupur. Kehadiran para prajurit TNI disambut dengan rasa aman dan kedekatan yang mendalam.
“Kami senang dan bangga bapak-bapak TNI mau datang duduk bersama kami dan mendengar cerita kami. Rasanya seperti keluarga sendiri, bukan orang lain, ” ungkap salah seorang warga dengan sorot mata penuh haru.
Melalui gelaran komunikasi sosial yang berkelanjutan, Satgas Yonif 408/Sbh meneguhkan komitmennya untuk terus hadir dengan sentuhan humanis. Upaya ini diharapkan mampu memelihara keharmonisan, memperkuat kepercayaan masyarakat, dan pada akhirnya mewujudkan Papua yang aman, damai, serta penuh harapan hingga ke pelosok negeri.


















































