SORONG SELATAN - Semangat gotong royong tanpa sekat antara prajurit TNI dan masyarakat mewarnai pembangunan jembatan dalam Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-129 Kodim 1807/Sorong Selatan di Kampung Sesor, Distrik Wayer, Kabupaten Sorong Selatan, Papua Barat Daya. Memasuki hari ke-18 pelaksanaan TMMD, Minggu (2/8/2026), pembangunan jembatan telah memasuki tahap akhir dan segera difungsikan untuk memperlancar mobilitas serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Terlihat dalam proses pengerjaan, personel Satgas TMMD bersama warga bahu-membahu memasang rangka besi (wire mesh) sebagai bagian dari persiapan pengecoran badan jembatan. Kekompakan TNI dan masyarakat menjadi kunci percepatan pembangunan infrastruktur yang selama ini dinantikan warga Kampung Sesor.

Jembatan tersebut menjadi salah satu sasaran fisik prioritas TMMD Ke-129 karena memiliki peran strategis sebagai penghubung antarkawasan. Selama ini, akses yang terbatas kerap menghambat aktivitas masyarakat, mulai dari distribusi hasil pertanian, kegiatan ekonomi, hingga mobilitas anak-anak menuju sekolah.
Komandan Satgas TMMD Ke-129 Kodim 1807/Sorong Selatan, Letkol Czi Paulus Caessario Prasetyo, S.H., menegaskan bahwa pembangunan jembatan bukan sekadar membangun infrastruktur, tetapi juga membuka peluang peningkatan kesejahteraan masyarakat.
"Jembatan ini menjadi sarana penting untuk memperlancar mobilitas masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi di Kampung Sesor. Kami bersama warga bekerja maksimal agar pembangunan selesai tepat waktu dengan hasil yang berkualitas sehingga manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang, " tegas Letkol Czi Paulus Caessario Prasetyo.

Menurutnya, kolaborasi yang terjalin selama proses pembangunan menjadi bukti nyata kuatnya kemanunggalan TNI dan rakyat. Antusiasme masyarakat yang terlibat langsung dalam setiap tahapan pekerjaan menunjukkan tingginya semangat kebersamaan untuk membangun desa.
Dengan progres yang terus meningkat, Satgas TMMD Ke-129 optimistis pembangunan jembatan akan segera rampung dan menjadi infrastruktur vital yang mendukung konektivitas antarwilayah, mempercepat distribusi hasil kebun, serta membuka akses ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat Kampung Sesor.
(Agung)


















































