Kabasarnas: 9 Potongan Tubuh Diduga Milik Korban Pesawat ATR Ditemukan

2 hours ago 2

Makassar, CNN Indonesia --

Tim SAR gabungan telah berhasil menemukan delapan korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 dari kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, setelah 6 korban lainnya ditemukan.

Dua jenazah korban yang ditemukan lebih awal telah diidentifikasi, dan dibawa ke Jakarta untuk diserahkan kepada pihak keluarga.

Selain itu, Kepala Basarnas RI, Marsekal Marsekal Madya TNI Mohamad Syafii menuturkan dalam operasi SAR kecelakaan pesawat ATR yang terjadi pada Sabtu (17/1) siang itu, tim gabungan juga menemukan 9 kantong jenazah potongan tubuh (body part) diduga milik korban.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya ingin sampaikan bahwa sampai dengan hari ini telah ditemukan 2 korban dalam bentuk jenazah dengan body part total ada 9 pack," kata Syafii di kantor Basarnas Makassar, Sulsel, Kamis (22/1).

Syafii mengatakan tim SAR gabungan masih melakukan evakuasi terhadap body part yang telah ditemukan untuk segera dibawa ke RS Bhayangkara Makassar untuk diindentifikasi.

"Hari ini masih sedang proses evakuasi dan telah saya sampaikan bahwa body part itu bahwa kita telah temukan body part baik itu pesawat maupun anggota tubuh," ungkapnya.

Syafii belum mengetahui pasti apakah 9 pack body part yang ditemukan merupakan dari bagian tubuh korban pesawat ATR 42-500 atau bukan. Hal tersebut, sambungnya harus dipastikan berdasarkan analisis tim Disaster Victim Identification (DVI) di Polda Sulsel.

"Soal jumlah body pack itu nanti, apakah benar-benar 9 korban atau bagaimana nanti dari DVI yang bisa jelaskan," katanya.

Sebelumnya, Tim SAR gabungan kembali menemukan korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, sebanyak enam orang.

"Jajaran tim elang menemukan enam jenazah," kata Kas Ops Kodam XVI/Hasanuddin, Kolonel Dody Triyo Hadi di posko SAR Tompo Bulu, Rabu (22/1).

Enam jenazah tersebut ditemukan, kata Dody berada di lereng Gunung Bulusaraung dan tidak jauh dari lokasi korban pertama ditemukan.

"Enam jenazah yang lokasinya seputaran radius 50 km dari korban yang pertama ditemukan," ungkapnya.

Adapun dua jenazah yang ditemukan lebih awal dan telah dibawa ke Jakarta usai diidentifikasi yakni beridentitas  pramugari, Florencia Lolita Wibisono dan staf Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Deden Maulana.

Dody menuturkan kondisi jenazah yang baru ditemukan sudah membengkak akibat berada di lokasi selama enam hari. Identitas jenazah korban belum diketahui.

"Kondisi jenazah membesar, sehingga tim di depan agak sulit mengenali. Tapi secara bagian tubuh masih terlihat besar," katanya.

Pesawat ATR 42-500 yang dicarter KKP hilang kontak di sekitar wilayah Maros pada Sabtu (17/1). Pesawat yang dalam rute penerbangan Yogyakarta-Makassar itu kemudian dikonfirmasi jatuh di Gunung Bulusaraung sehari kemudian.

Gunung itu berada di perbatasan Maros dan Pangkep. Adapun manifes pesawat tersebut ada 10 orang yang terdiri atas 7 awak penerbangan dan tiga penumpang.

Untuk sisa korban yang masih belum ditemukan, tim SAR telah mengubah strategi pencarian. Jika sebelumnya tim kembali setiap hari, kini pergerakan diubah menjadi tiga hari di lapangan dengan perbekalan ransum yang telah disiapkan.

"Kita bagi sektor pencarian dari sektor 1 sampai 8 dengan kode warna berbeda. Tujuannya agar jenazah yang berdekatan lokasinya bisa ditemukan lebih cepat," ujar Dody.

(mir/kid)

Read Entire Article
Sekitar Pulau| | | |