Lima Pemuda Eks OPM Kembali ke NKRI Berkat Pendekatan Humanis TNI

1 week ago 26

PUNCAK - Raut wajah lega terpancar dari lima pemuda Papua yang sebelumnya tersesat dalam pusaran Organisasi Papua Merdeka (OPM) pimpinan Joni Botak. Dengan hati tulus dan dukungan penuh dari tokoh adat, mereka memilih untuk kembali merajut asa di bawah naungan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Momen bersejarah ini terjadi di Kampung Jampul, Distrik Beoga Barat, Kabupaten Puncak, pada Minggu, (4/1/2026), menjadi bukti nyata bahwa sentuhan kemanusiaan mampu meluluhkan hati yang sempat terperosok.

Kelima pemuda tersebut adalah Damal Kum alias Oten (19), Iyan Uamang (26), Maikel Uamang (14), Julian Wandagau (18), dan Eten Uamang (24). Keberanian mereka untuk mendatangi Titik Kuat Jampul Satgas Yonif 732/Banau, didampingi langsung oleh Kepala Suku Kampung Jampul, Kum Uamang, menandakan adanya kepercayaan yang telah terbangun kuat.

Keputusan penting ini bukanlah hasil dari paksaan, melainkan buah manis dari pendekatan persuasif dan program pembinaan teritorial yang digagas oleh Satgas Yonif 732/Banau di bawah kendali Koops TNI Habema. Program unggulan seperti ROSITA (Borong Hasil Tani), PASTOOR (Pelayanan Kesehatan Door to Door), serta Banau Berbagi Jumat, menjadi jembatan hati yang menghubungkan TNI dengan denyut nadi masyarakat.

“Kami hadir bukan semata menjaga keamanan, tetapi menjadi sahabat dan bagian dari masyarakat. Pendekatan yang kami lakukan adalah dialog, kepedulian, dan pelayanan agar masyarakat benar-benar merasakan kehadiran negara, ” ujar Komandan Satgas Yonif 732/Banau, Letkol Inf. Muhammad Nurul Chabibi, S.H., dengan penuh keyakinan.

Kepercayaan yang terjalin erat ini bahkan mendorong tiga pemuda yang masih berada di Kampung Jampul untuk merangkul dua rekan mereka yang berada di Timika agar turut serta kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi dan memilih jalan damai.

Sebagai langkah konkret, Satgas Yonif 732/Banau bersama tokoh masyarakat dan pemerintah setempat telah menjadwalkan sebuah upacara ikrar kesetiaan kepada NKRI. Acara sakral ini akan digelar di Gereja Bethel Kampung Jampul, menjadi simbol rekonsiliasi dan permulaan babak baru reintegrasi sosial bagi kelima pemuda tersebut.

“Pembacaan ikrar ini bukan akhir, tetapi awal dari proses pendampingan. Kami menjamin keamanan mereka dan akan mendorong akses terhadap program pemberdayaan pemerintah agar dapat membangun kehidupan baru yang bermartabat, ” tegas Letkol Chabibi, menunjukkan komitmen TNI dalam mendampingi perjalanan mereka.

Pangkoops TNI Habema, Mayjen TNI Lucky Avianto, S.I.P., M.Si., turut mengapresiasi keberhasilan ini. Ia menilai bahwa pendekatan humanis yang konsisten adalah kunci utama dalam menciptakan stabilitas keamanan yang berkelanjutan di Papua.

“Capaian ini menunjukkan bahwa dialog, pendekatan persuasif, serta pelayanan yang tulus kepada masyarakat merupakan kunci menciptakan stabilitas keamanan yang berkelanjutan. TNI hadir tidak hanya menegakkan kedaulatan, tetapi menjadi bagian dari solusi perdamaian, ” ungkap Mayjen Lucky Avianto, menekankan peran strategis TNI dalam upaya damai.

Kisah kelima pemuda yang memilih untuk “pulang” ini menjadi testimoni berharga. Ini membuktikan bahwa ketika pendekatan humanis menyentuh akar kebutuhan masyarakat dengan tulus dan konsisten, ia mampu menjadi jembatan kokoh bagi perdamaian dan memperkuat persatuan di Bumi Cenderawasih, dalam bingkai NKRI yang utuh. (Wartamiliter)

Read Entire Article
Sekitar Pulau| | | |