Mendikdasmen ke Siswa di Aceh Tamiang: Semangat di Tengah Keterbatasan

1 day ago 12

CNN Indonesia

Senin, 05 Jan 2026 11:20 WIB

Mendikdasmen Abdul Mu'ti menjadi pembina upacara di SMAN 4 Kejuruan Muda, Aceh Tamiang. Ia mendorong siswa tetap optimis meski dalam keterbatasan pascabencana. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti menjadi pembina upacara bendera pada hari pertama masuk sekolah di SMAN 4 Kejuruan Muda, Aceh Tamiang, Aceh, Senin (5/1). (Youtube/Kemendikdasmen)

Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti menjadi pembina upacara bendera pada hari pertama masuk sekolah di SMAN 4 Kejuruan Muda, Aceh Tamiang, Aceh, Senin (5/1).

Para siswa kembali memulai kegiatan belajar mengajar (KBM) dalam keadaan terbatas setelah sekolah mereka terdampak banjir bandang sebulan lalu. Mu'ti meminta para siswa untuk tetap optimistis meski masih di tengah pemulihan bencana.

"Tapi kita tidak boleh kehilangan cita-cita, kita tidak boleh kehilangan optimisme, kita tidak boleh menjadi orang-orang yang putus aja. Dan karena itu semua kita harus bangkit, semua kita harus tetap memiliki asa, dan cita-cita yang tinggi bahwa masa depan akan baik lagi," ujar Mu'ti dalam sambutannya, Senin (5/1).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mu'ti mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Aceh, Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang, guru, dan masyarakat atas kerja sama dan gotong royong dalam memulihkan pembelajaran.

Mu'ti juga mendorong siswa untuk tetap semangat dan rajin belajar walau dalam keterbatasan.

"Kalau toh meja kursi itu belum bisa dipergunakan, belajar di lantai pun jadi, karena semangat itu mampu melampaui semua keterbatasan. Cita-cita itu mampu melampaui semua kekurangan," ujar Mu'ti.

Mu'ti juga menyampaikan bahwa sekolah-sekolah yang rusak akan diprioritaskan untuk mendapatkan dana revitalisasi tahun anggaran 2026 yang akan datang.

"Mudah-mudahan dengan itu semua kalian akan memiliki ruang belajar yang lebih baik, ruang belajar yang baru, dalam rangka menyongsong masa depan yang lebih baik, dalam rangka menyongsong hari-hari baru untuk kalian semua mencapai cita-cita yang mulia," ujarnya.

Sebelumnya, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Aceh Tamiang mencatat total sekolah di daerah tersebut sebanyak 459 unit.

Mayoritas sekolah yakni 394 unit terdampak akibat banjir bandang dan longsor yang melanda daerah tersebut pada akhir November 2025 lalu. Sementara hanya 65 unit yang tidak terdampak.

Disdikbud merincikan dari 394 yang terdampak tersebut terdiri dari 47 unit rusak ringan, 269 rusak sedang, dan 78 unit rusak berat.

(fra/kna/fra)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Sekitar Pulau| | | |