Sirine Meraung, Debit Air Sungai Cisadane Melewati Batas Normal

3 hours ago 3

Tangerang, CNN Indonesia --

Bunyi sirine di Pintu Air 10 Sungai Cisadane, Kota Tangerang, Banten, viral di media sosial sejak Jumat (23/1) pagi.

Saat dikonfirmasi, BPBD Kota Tangerang memastikan bunyi sirine itu karena terkait debit air naik saat curah hujan tinggi sejak Kamis (22/1) malam.

Hujan dengan intensitas tinggi di wilayah hulu dan sekitar Tangerang menyebabkan debit air Sungai Cisadane meningkat hingga melewati batas normal.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ya, tadi saya sudah mengecek dan memang ada kenaikan status dari biasanya. Sirine itu dibunyikan karena status air menjadi siaga tiga, karena debit air sudah di atas rata-rata," ujar Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang, Mahdiar, saat dikonfirmasi pada Jumat siang.

Dia mengatakan sirine dibunyikan sebagai tanda peringatan setelah status ketinggian air naik menjadi Siaga Tiga.

Meski belum ada data detail mengenai angka pasti ketinggian muka air, Mahdiar memastikan kondisi Sungai Cisadane sudah berada di atas level normal akibat curah hujan ekstrem yang berlangsung sejak kemarin.

"Untuk detail ketinggiannya memang belum ada informasinya, tapi yang pasti sudah di atas kondisi normal," katanya.

Dampak cuaca ekstrem tersebut juga memicu banjir di berbagai wilayah Kota Tangerang. Berdasarkan data BPBD, sedikitnya ada 12 kecamatan dari 14 kecamatan yang terdampak banjir, mulai dari genangan merendam akses jalan hingga permukiman warga.

"Untuk wilayah yang terdampak banjir ada 12 kecamatan. Banjir merendam akses jalan sampai pemukiman, dan total warga yang mengungsi mencapai 611 kepala keluarga," kata Mahdiar.

BPBD Kota Tangerang mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di bantaran Sungai Cisadane dan daerah rawan banjir, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kenaikan debit air susulan seiring masih tingginya intensitas hujan di wilayah Jabodetabek.

Luapan Kali Angke

Banjir terjadi akibat luapan Kali Angke yang merendam atusan rumah warga di Kelurahan Petir, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang, Banten, Jumat (23/1) pagi. Ketinggian air dilaporkan mencapai hampir dua meter.

Wilayah terdampak di sana meluas sejak Kamis malam, hingga tercatat pada Jumat siang mencapai lima RW. Jumlah warga terdampak sekitar 600 kepala keluarga.

Kondisi air yang terus naik membuat warga memilih meninggalkan rumah dan mengungsi ke tempat yang lebih aman, seperti rumah kerabat, masjid, hingga rumah pemotongan hewan (RPH).

Hujan deras yang mengguyur wilayah Tangerang sejak Kamis malam ditambah luapan Kali Angke menyebabkan banjir masih merendam ratusan rumah warga di Kelurahan Petir, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang, Banten, Jumat (23/1/2026) pagi. Ketinggian air dilaporkan mencapai hampir dua meter dan meluas hingga lima RW dengan jumlah warga terdampak sekitar 600 kepala keluarga.Hujan deras yang mengguyur wilayah Tangerang sejak Kamis malam ditambah luapan Kali Angke menyebabkan banjir masih merendam ratusan rumah warga di Kelurahan Petir, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang, Banten, Jumat (23/1/2026) pagi. (CNN Indonesia/Dimas Arif)

Salah seorang warga, Risman, mengaku terpaksa kembali mengungsi karena banjir semakin tinggi sejak dini hari.

"Air mulai naik sejak jam setengah dua malam. Sekarang tambah tinggi, jadi saya mau ngungsi ke rumah saudara biar aman," ujar Risman sambil melewati banjir, Kamis malam tadi.

Ia berharap pemerintah daerah segera melakukan penanganan agar banjir tidak terus berulang.

"Mudah-mudahan pemerintah Kota Tangerang bisa cepat mengatasi banjir ini," katanya.

Hal serupa dialami Wati yang mengungsi bersama keluarga dan cucunya yang masih bayi. Menurutnya, ketinggian air di rumahnya sudah hampir dua meter.

"Tadi malam saya ngungsi, air sudah tinggi. Mau ke rumah anak juga sudah kebanjiran. Sekarang airnya makin naik, hampir dua meter," tutur Wati.

Selain merendam permukiman, banjir juga memutus akses Jalan Ahmad Dahlan yang menghubungkan Kota Tangerang dengan Jakarta Barat. Banyak pengendara terpaksa memutar balik mencari jalur alternatif, bahkan sejumlah sepeda motor mogok akibat nekat menerobos genangan.

Berdasarkan data BPBD Kota Tangerang, banjir terjadi di sembilan kecamatan dari 14 kecamatan yang ada di Kota Tangerang. Dua wilayah terparah berada di Kecamatan Cipondoh dan Kecamatan Periuk, dengan ketinggian air dilaporkan nyaris mencapai dua meter.

[Gambas:Instagram]

(das/kid)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Sekitar Pulau| | | |