Sutiyoso Kenang Awal Mula Bangun Sistem Transportasi Umum Jakarta

15 hours ago 8

Jakarta, CNN Indonesia --

Mantan Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso mengenang awal mula pembangunan sistem transportasi umum di momen peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-499 Jakarta.

Ia bercerita masalah transportasi baru mulai dipikirkan secara serius pada 2003. Sebelumnya, perhatian pemerintah daerah fokus untuk memulihkan kondisi Jakarta pasca kerusuhan Mei 1998.

"Transportasi ini kita utamakan karena kerugian yang ditimbulkan itu besar ya, langsung maupun tidak langsung. Langsung itu ya dipastikan orang sering terlambat jadi tidak produktif manusia," kata Sutiyoso dalam Prime Plus di CNN Indonesia TV, Senin (22/6) malam.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sutiyoso awalnya membentuk tim yang terdiri dari akademisi dan pakar transportasi. Tim tersebut melakukan penelitian untuk mengetahui penyebab utama kemacetan Jakarta.

Sementara itu, di saat yang sama, Sutiyoso melakukan studi banding ke sejumlah negara.

Salah satu kota yang didatangi adalah Bogota, Kolombia. Menurutnya, kota itu memiliki karakteristik seperti Jakarta.

"Mengapa? Karena situasinya mirip dengan Jakarta ya, ruasnya penduduknya juga padat seperti Jakarta gitu, kok bisa seperti itu," ujarnya.

Dari kunjungan tersebut, ia mengenal konsep transportasi massal seperti MRT, monorel yang kemudian berkembang menjadi LRT, serta Busway.

Sutiyoso juga mengaku mempelajari pemanfaatan transportasi sungai saat berkunjung ke Belanda.

Sutiyoso menceritakan kondisi transportasi Jakarta saat itu sangat timpang. Ia menyebut penggunaan kendaraan umum hanya sekitar 20 persen, sedangkan kendaraan pribadi mencapai 80 persen.

"Terbalik dengan kondisi kota-kota yang saya ceritakan Bogota itu tadi misalnya kan, kendaraan umumnya 80 persen. Nah kita 20 persen itu pun yang ngebul-ngebul itu gitu kan. Jadi sedikit dan keadaannya buruk gitu," katanya.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) kemudian menyusun pola transportasi makro yang mencakup MRT, LRT, dan Busway dengan total 15 koridor.

Namun, keterbatasan anggaran menjadi tantangan utama. Sutiyoso mengatakan memiliki Jakarta tidak memiliki anggaran, sementara kepercayaan investor terhadap Indonesia masih rendah akibat dampak kerusuhan 1998.

"Tetapi saya sebagai gubernur waktu itu kalau rencana yang dirancang oleh tim ini yang saya yakini menyelesaikan masalah jangka panjang, tidak pernah kita mulai, ya nggak akan pernah terwujud gitu," katanya.

Pemprov memutuskan memulai pembangunan sistem dari Busway yang tidak membutuhkan biaya yang besar. Hanya memasang separator, membeli bus dan merekrut sopir.

Dari 15 koridor yang direncanakan, koridor pertama yang dipilih adalah rute Blok M-Kota karena menjadi jalur dengan tingkat mobilitas tertinggi.

Kini, ia mengatakan Transjakarta telah menjadi primadona transportasi masyarakat.

"Tantangannya luar biasa walaupun kenyataannya saat ini saya lihat Transjakarta itu menjadi primadona transportasi masyarakat Jakarta," katanya.

[Gambas:Youtube]

(yoa/isn)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Sekitar Pulau| | | |