SORONG SELATAN - Sebanyak 500 pohon produktif ditanam Satgas TMMD Ke-129 Kodim 1807/Sorong Selatan bersama masyarakat di Kampung Sesor, Distrik Wayer, Kabupaten Sorong Selatan, Papua Barat Daya. Tak sekadar menghijaukan lingkungan, penanaman ini diproyeksikan menjadi aset ekonomi warga di masa depan.
Kegiatan tersebut digelar pada hari ke-12 pelaksanaan TMMD Ke-129 TA 2026, Senin (27/7/2026). Ratusan bibit ditanam di sekitar rumah warga dan kawasan Kantor Kampung Sesor.

Pohon yang ditanam terdiri dari 150 bibit matoa, 150 bibit durian, dan 200 bibit mangga. Selain memperindah lingkungan, tanaman tersebut diharapkan dapat memberikan hasil produktif yang membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat ketika memasuki masa panen.
Personel Satgas TMMD bersama warga terlibat langsung dalam proses penanaman. Masyarakat juga mendapat edukasi mengenai cara merawat tanaman agar dapat tumbuh optimal dan menghasilkan manfaat jangka panjang.
Komandan Satgas TMMD Ke-129 Kodim 1807/Sorong Selatan Letkol Czi Paulus Caessario Prasetyo, S.H., mengatakan, program tersebut merupakan bagian dari upaya mendorong kelestarian lingkungan sekaligus kemandirian ekonomi masyarakat.
“Kami berharap penanaman pohon produktif ini tidak hanya membuat lingkungan Kampung Sesor lebih hijau dan asri, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat di masa mendatang. Karena itu, kami juga mendorong warga untuk merawat tanaman secara berkelanjutan agar hasilnya dapat dirasakan secara optimal, ” ujarnya.

Antusiasme warga terlihat dalam setiap proses penanaman. Masyarakat dan prajurit TNI bekerja bersama, mulai dari menyiapkan lahan hingga menanam bibit pohon.
Bagi Kampung Sesor, 500 pohon tersebut bukan sekadar tanaman baru. Matoa, durian, dan mangga yang ditanam hari ini menjadi investasi hijau yang diharapkan tumbuh bersama harapan dan kesejahteraan masyarakat.
Melalui TMMD Ke-129, TNI tidak hanya membangun infrastruktur, tetapi juga menanam fondasi masa depan: lingkungan yang lebih hijau, masyarakat yang lebih mandiri, dan desa yang memiliki potensi ekonomi berkelanjutan.
(Agung)















































