Jakarta, CNN Indonesia --
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat ada 111 korban meninggal dari peristiwa gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) per Sabtu (29/8).
"Jumlah yang meninggal tetap sebesar 111 orang, dan tetap kita mohon doa untuk seluruh yang meninggal akibat dari gempa ini untuk kiranya diberikan ketabahan buat keluarga, buat handai tolan, maupun untuk tetangga-tetangga yang bersama-sama selama ini terkait dengan warga yang meninggal tersebut," ujar Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, dalam konferensi pers yang digelar di kantor BNPB, Jakarta, Sabtu (29/8).
Sejak gempa magnitudo 7,7 terjadi pada 15 Agustus lalu, ada gempa susulan sebanyak 9.278 yang terjadi hingga saat ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"BMKG [Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika] mencatat ada 9.278 gempa susulan yang terjadi dengan magnitudo paling besar 6,2, paling kecil 1, dan yang dirasakan oleh masyarakat ada 153 kali," ucap Berton.
Berton kemudian mengatakan ada kenaikan signifikan dari warga yang mengungsi. Kenaikan tersebut dikarenakan data yang terus masuk.
"Kenapa ini bertambah sedangkan dua hari yang lalu berkurang? Ini sebenarnya dikarenakan adanya pembaharuan data signifikansi yang terjadi di (Kabupaten) Ngada, di mana selama ini data-data yang hadir kepada kami itu kurang update, kurang valid, sehingga dilakukan validasi, sehingga kita lihat di Ngada yang tadinya hanya 3.259 orang, sekarang menjadi 21.552 orang pengungsi," ucap Berton.
Lebih lanjut, Berton menambahkan BNPB menerima bantuan sebanyak 5 ton pada hari ini. Sedangkan bantuan yang sudah dikirim sudah mencapai 22 ton.
"Secara kualitatif jumlah logistik yang terkirim itu ada sebesar 1.916 ton dalam periode tanggal 15 sampai 29 Agustus 2026. Nah, ini kita bisa lihat bahwa di Labuan Bajo itu ada 1.200 ton, di Maumere ada 598 ton, di Manggarai Barat sendiri ada 12 ton, Manggarai ada 25 ton, Manggarai Timur ada 30 ton, Ngada ada 8 ton, Nagekeo ada 16 ton, Ende ada 16 ton, dan Sikka ada 10 ton," tutur Berton.
(ryn/har)

4 hours ago
2

















































