Jakarta, CNN Indonesia --
Sebuah video yang merekam sebuah mobil Toyota Alphard menerobos lampu lalu lintas di pelican crossing Halte Bundaran HI di seberang Hotel Pullman, Jalan M Thamrin, Jakarta Pusat.
Aksi pengendara itu dinilai membahayakan para pejalan kaki yang sedang menyeberang di zebra cross pelican crossing tersebut, sehingga ditegur penjaga keamanan atau satpam di lokasi.
Namun, dalam video viral dinarasikan sejumlah orang dari Alphard hitam bernomor polisi D 1828 XHQ itu justru diduga mengintimidasi satpam yang menegur.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Video itu viral di media sosial, yang salah satunya diunggah di akun Instagram @jakpus24jam.id. Belakangan diduga pelat nomor Alphard tersebut bodong, hingga Ditlantas Polda Metro Jaya pun turun tangan bakal memanggil pengemudinya.
Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Ojo Ruslani mengatakan pihaknya bakal memanggil pengemudi mobil Alphard, termasuk pihak sekuriti guna dimintai keterangan atas insiden yang terjadi.
"Saya akan melakukan panggilan klarifikasi kepada pemilik Alphard. Kemudian panggilan klarifikasi kepada sekuriti yang terlibat cekcok dengan sopir Alphard. Setelah itu kita akan konfrontir di Subdit Gakkum," ucap Ojo dalam keterangannya, Kamis (23/7).
Ojo mengatakan dalam pemanggilan tersebut pihak akan mendalami peristiwa itu secara menyeluruh. Termasuk, soal dugaan penggunaan pelat palsu di mobil Alphard tersebut.
"[Pemeriksaan] semua, terkait dengan peristiwa itu, baik peristiwanya, kendaraan yang digunakan, pasal-pasal yang akan kita sangkakan, dan lain-lain," ujarnya.
Berdasarkan penelusuran CNNIndonesia.com pada fitur Layanan Samsat di situs resmi Bapenda Jabar (https://bapenda.jabarprov.go.id/infopkb), nomor polisi yang dipakai terdaftar untuk mobil merek Daihatsu, warna silver metalik, model S401RV-ZMDEJJ HJ.
Sementara itu, saat dikonfirmasii, Kapolsek Metro Menteng AKBP Braiel Arnold Rondonuwu mengatakan persoalan dugaan ketegangan antara orang di dalam Alphard dan satpam itu telah dimediasi di pos polisi Thamrin atau pos polisi Bundaran HI.
Braeil mengatakan pihak Alphard dan satpam itu mendatangni pos polisi untuk meminta bantuan penyelesaian masalah atau mediasi. Selanjutnya, kedua belah pihak sepakat berdamai dan saling memaafkan serta berjabat tangan.
"[Masalah] sudah diselesaikan secara kekeluargaan dibantu mediasi oleh Kapospol di Pospol Thamrin. Setelah selesai, pengendara mobil melanjutkan perjalanannya dan security kembali bekerja," ucap dia kepada wartawan, Kamis ini.
(tim/kid)
Add
as a preferred source on Google

57 minutes ago
1

















































