Jakarta, CNN Indonesia --
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan sudah tidak ada laporan warga hilang akibat gempa bumi yang menggguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) per Senin (17/8).
"Hingga saat ini tanggal 17 Agustus, sudah tidak ada lagi laporan warga yang hilang di wilayah terdampak," kata kata Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan dalam konferensi pers, Senin.
Kendati demikian, kata Berton, tim Basarnas tetap menurunkan personel di wilayah-wilayah terdampak gempa bumi dan terus melakukan pencarian serta evakuasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) saat ini juga telah mengirimkan dua unit rumah sakit lapangan ke Ruteng, Kabupaten Manggarai dan Kabupaten Nagekeo. Rumah sakit lapangan ini dapat melayani para warga yang menjadi korban, mengingat banyak rumah sakit maupun puskesmas yang terdampak.
Selain itu, Kemenkes juga sudah mengirimkan tim manajemen krisis kesehatan sebanyak dua tim yang ditempatkan masing-masing di Kabupaten Sikka dan Kabupaten Ende.
"Kementerian Kesehatan juga sudah melakukan aktivasi terhadap Health Emergency Operation Center, di mana operasi kesehatan ini, emergency krisis ini, kesehatan krisis ini berlokasi di sembilan lokasi strategis di dan ada di delapan titik tingkat kabupaten kota yang saat ini terdampak," tutur Berton.
Gempa berkekuatan 7,7 magnitudo mengguncang NTT pada Sabtu (15/8). Gempa berpusat di Kabupaten Nagakeo.
Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (Pemprov NTT) telah menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Gempa Bumi di Provinsi NTT selama 14 hari, terhitung mulai 15 hingga 28 Agustus 2026.
Per Senin hari ini, BNPB mencatat jumlah korban meninggal dunia akibat gempa bumi yang mengguncang wilayah NTT bertambah menjadi 68 jiwa dan sebanyak 213 lainnya luka-luka.
(dis/isn)

12 hours ago
3
















































