Doa Bersama Satgas Yonif 408/Sbh dan Warga Andugume Jalin Kedamaian

3 hours ago 1

LANNY JAYA - Di tengah kehangatan pegunungan Papua Pegunungan, sebuah momen berharga tersaji di Kampung Andugume, Distrik Wano Barat, Kabupaten Lanny Jaya. Minggu (1/3/2026), prajurit Satuan Tugas (Satgas) dari Batalyon Infanteri 408/Suhbrastha dan masyarakat setempat bersatu dalam kebersamaan yang tulus. Di sebuah bangunan kayu sederhana, mereka duduk bersila, menyatukan hati dalam doa bersama, memohon kedamaian untuk tanah penugasan.

Suasana khidmat menyelimuti ibadah yang berlangsung tanpa sekat. Seragam loreng yang biasanya identik dengan tugas pengamanan, hari itu melebur dalam nuansa kekeluargaan yang kental. Anak-anak, orang tua, hingga para tokoh masyarakat turut serta, menghayati setiap untaian doa dengan penuh penghayatan.

Kapten Inf Nur Ikhsan, Komandan Pos (Danpos) Tk Andugume, mengungkapkan bahwa kehadiran Satgas lebih dari sekadar menjalankan mandat pengamanan. Ia menegaskan pentingnya membangun kedekatan emosional dengan masyarakat.

“Kami datang bukan hanya membawa tugas negara, tetapi juga membawa hati. Selama berada di sini, kami ingin berjalan bersama masyarakat—dalam suka, dalam duka, dan dalam doa, ” kata Kapten Nur Ikhsan.

Menurutnya, kegiatan spiritual seperti doa bersama menjadi sarana ampuh untuk mempererat komunikasi sosial. Lebih dari itu, kegiatan ini turut menumbuhkan rasa saling percaya antara prajurit dan warga di wilayah pegunungan Papua Pegunungan yang memiliki tantangan alam dan sosialnya tersendiri.

Para tokoh masyarakat Kampung Andugume tak ketinggalan menyampaikan rasa terima kasih mereka. Keterlibatan aktif prajurit dalam kehidupan sosial dan spiritual warga dinilai sangat berharga, memberikan rasa aman sekaligus menyulut optimisme akan masa depan kampung yang lebih damai.

Momen ini menjadi bukti nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat. Pengabdian tak hanya diukur dari kemampuan menjaga keamanan wilayah, tetapi juga dari sentuhan kemanusiaan yang tulus. Di tanah perantauan yang jauh dari keluarga, para prajurit menemukan jalinan persaudaraan baru bersama masyarakat Andugume.

Doa-doa yang mengalun pagi itu adalah simbol harapan kolektif: agar kedamaian senantiasa terjaga, anak-anak dapat tumbuh tanpa dihantui rasa takut, dan Kampung Andugume terus berdiri dalam harmoni, kini dan di masa mendatang. (Wartamiliter)

Read Entire Article
Sekitar Pulau| | | |