Jakarta, CNN Indonesia --
Sungai Cisadane di wilayah Tangerang Raya tercemar buntut kebakaran pabrik pestisida di kawasan Tangerang Selatan pada 9 Februari lalu.
Sejumlah ikan mati dan berbau tajam, yang oleh warga digambarkan bak bau solar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Roni (52), warga Kota Tangerang, mengaku sempat menyantap ikan hasil tangkapan sebelum dinas kesehatan mengeluarkan larangan mengonsumsi ikan dari Cisadane. Roni menyebut, imbauan larangan konsumsi ikan baru diterima warga pada Senin sekitar pukul 23.00 WIB.
"Awal belum ada imbauan, gua mah dimakan aja biasa emang rasa gimana, akhirnya ada bau-bau solar. Udah dimasak, pas udah dimasak juga tetap bau solar," kata Roni saat ditemui di Sungai Cisadane, Kota Tangerang, Jumat (13/2).
Roni mengatakan, rasa ikan tak berubah. Hanya saja, baunya cukup kuat.
"Ikan mah enak, cuma ada baunya itu. Itu yang bikin enggak enak, ya takutlah. Ya udah enggak jadi [dimakan]. Makanya imbauan dari RT RW jam 23.00, ya udahlah mau enggak mau pasrah. Ikan udah pada bersih semua, udah di bak, udah di freezer, udah apa, sebak-dua bak udah dibuang-buang," katanya.
Meski sempat mengonsumsi ikan itu, Roni mengaku hingga kini belum merasakan keluhan kesehatan yang berarti. Ia bahkan berkelakar soal kondisi tubuhnya.
"Enggak ada, dampak begitu mah kayaknya mungkin dari BAB biasanya gitu. Kalau nanyain pusing, kembali lagi kita ngomong, 'lah tiap hari gua pusing aja enggak punya duit' begitu jawabannya. Pas kita kesal ngomong gitu. Iya udah mudah-mudahan sih aman-aman ajalah Pak ya," ujarnya.
Pabrik pestisida di Taman Tekno, Setu, Tangerang Selatan, kebakaran pada 9 Januari lalu. Kebakaran ini diduga penyebab Sungai Cisadane tercemar.
Laporan menyebutkan warna dan bau air sungai berubah, serta ikan banyak ditemukan mengambang pasca insiden. Ikan-ikan itu diyakini mati karena terpapar pestisida.
(blq/asr)

1 hour ago
1
















































