Gunung Saukang Maros Terbakar, Pendaki Dievakuasi

6 hours ago 3

Makassar, CNN Indonesia --

Petugas Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) bersama Basarnas Makassar dikerahkan untuk memadamkan kobaran api yang membakar hutan dan lahan (Karhutla) di Gunung Bulu Saukang, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Sejumlah pendaki pun dievakuasi dari puncak gunung.

"Iya, awal api terlihat di pos 5 Gunung Saukang, malam ini," kata Kasi Sarpras dan Informasi Damkar Maros, Ilham Halim Syah, Minggu (6/9).

Saat ini, kata Ilham pihaknya masih terus melakukan pemantauan dan telah berkoordinasi dengan Manggala Agni. Sebab, lokasi yang terbakar ini adalah kawasan gunung dan hutan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau dibutuhkan kami akan turunkan personel, anggota kami sudah standby bersiaga," ujarnya.

Sementara itu, salah satu tim relawan SAR, Ondong mengatakan bahwa api pertama kali terlihat di pos 5 Gunung Saukang, sekitar pukul 20.00 WITA, kemudian para pendaki diimbau untuk segera turun dari puncak gunung.

"Saat Isya kejadiannya. Banyak tadi pendaki yang dievakuasi," kata Ondong.

Ondong menuturkan bahwa api yang berasal dari pos 5 tersebut kemudian menjalar ke area jalur umum yang berada di pos 3 hingga ke kawasan puncak.

"Info terakhir itu yang terbakar di pos 5. Api sementara menjalar terus, kalau api yang menjalar di pos 3 di jalur umum, kemudian terus terbakar juga di puncak. Kalau jarak dari pos 5 ke pos 3 itu sekitar 1 kilometer. Kalau dari pos 5 ke puncak sekitar 300 meter. Kurang lebih yang terbakar 1 kilometer," jelasnya.

Para pendaki yang dievakuasi ini, kata Ondong berada di kawasan Bukit Alvath. Kemudian pihak pengelola masih melakukan pengecekan kartu registrasi untuk memastikan seluruh pendaki telah turun.

*Alhamdulillah sudah turun semua. Sekarang dicek semua karcisnya," pungkasnya.

Dua Pendaki Sesak Nafas

Sebanyak 68 pendaki sempat terjebak di kawasan Gunung Saukang, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, saat kebakaran hutan dan lahan terjadi pada Minggu (7/9) malam.

"Kebakaran dilaporkan mulai muncul sekitar pukul 20.12 Wita. Saat kejadian, kawasan Gunung Saukang tengah ramai pendaki," kata Kasi Sarpras dan Informasi Damkarmat Maros, M. Ilham Halim Syah, Senin (7/9).

Berdasarkan data posko pantau Bulu Saukang, total terdapat 337 pendaki di kawasan tersebut. Sebanyak 68 orang masih berada di atas gunung ketika kebakaran terjadi.

"Semua pendaki sudah dievakuasi saat kebakaran terjadi. Termasuk yang sempat terjebak, semuanya dievakuasi turun ke posko," ungkapnya.

Dari proses evakuasi tersebut, tiga pendaki perempuan membutuhkan penanganan. Dua orang mengalami sesak napas, sementara satu pendaki mengalami keseleo pada bagian pergelangan kaki.

"Ketiganya kemudian mendapat penanganan dari tim gabungan. Sebagian besar pendaki yang telah dievakuasi juga sudah meninggalkan lokasi," jelasnya.

Proses penanganan kebakaran melibatkan 21 personel dengan dua armada. Namun, kendaraan pemadam hanya dapat mencapai kaki bukit sehingga pemadaman di area atas dilakukan secara manual.

"Pemadaman di atas bukit menggunakan jet sutter atau pompa punggung," ujarnya.

Unsur yang terlibat dalam penanganan kebakaran dan evakuasi antara lain Damkarmat Maros, Basarnas, Koramil Tompobulu, Polsek Tompobulu, Puskesmas Tompobulu, Mapala UMI, Saukang Explorer, serta masyarakat sekitar.

"Kita masih melakukan pemadaman dan pemantauan di kawasan Gunung Saukang. Sementara itu, luas areal yang terbakar masih dalam proses pendataan," katanya.

(mir/ugo)

Read Entire Article
Sekitar Pulau| | | |