Hasil Penelitian: Situs Gunung Padang Lebih Tua dari Piramida Mesir

10 hours ago 6

CNN Indonesia

Minggu, 30 Nov 2025 17:50 WIB

Tim peneliti dan pemugaran Situs Megalitikum Gunung Padang di Cianjur memastikan usia situs punden berundak itu dibangun pada 6.000 Sebelum Masehi (SM). Tim peneliti dan pemugaran Situs Megalitikum Gunung Padang di Cianjur memastikan usia pundan berundak itu dibangun pada 6.000 Sebelum Masehi (SM). CNN Indonesia/Suriyanto

Jakarta, CNN Indonesia --

Tim peneliti dan pemugaran Situs Megalitikum Gunung Padang di Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat memastikan usia Situs Gunung Padang berupa punden berundak di daerah itu dibangun pada 6.000 Sebelum Masehi (SM).

Ketua Tim Peneliti dan Pemugaran Situs Megalitikum Gunung Padang Ali Akbar mengatakan tim peneliti mengambil sejumlah sampel dari berbagai titik yang digali atau diekskavasi sejak beberapa bulan terakhir.

"Sampel yang diteliti dan diuji termasuk kandungan karbon yang diambil dari teras kelima tepatnya di kedalaman empat meter di bawah permukaan situs, sehingga diketahui usia dari struktur terluar yang dapat dilihat usianya berapa tahun," kata Ali saat dihubungi di Cianjur, Minggu (30/11).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tim peneliti juga menemukan struktur fondasi berupa bebatuan berbentuk bulat di kedalaman empat meter, di mana bentuk batuan bukan memanjang namun berbentuk persegi lima bulat.

Oleh karena itu, para peneliti menyimpulkan bebatuan tersusun rapi menjadi satu hamparan tersebut berupa struktur fondasi. Dengan temuan fondasi tersebut dapat mengungkapkan Situs Gunung Padang dibangun secara bertahap dalam beberapa periode.

Berdasarkan hasil uji laboratorium, terungkap bahwa Situs Megalitikum Gunung Padang dibangun sejak 6.000 SM sehingga dipastikan situs tersebut berusia lebih tua dibandingkan dengan piramida Giza di Mesir yang dibangun pada sekitar 2580-2560 SM.

"Pembangunan situs ini dilakukan secara bertahap sampai di akhir yang dapat kita lihat saat ini, setelah fondasi terbentuk dilanjutkan dengan pembangunan struktur di atasnya dan seterusnya," kata dia.

Setelah memastikan usia situs, kata dia, penelitian dilanjutkan dengan proses pemugaran awal, termasuk memperbaiki sejumlah bebatuan yang berpindah dari tempat asal, karena faktor alam serta pemugaran skala besar dilakukan pada awal 2026.

"Pada Desember ini akan dilakukan pemugaran awal, termasuk mengembalikan batu yang bergeser atau rusak ke posisi awal, sedangkan di awal tahun akan dilakukan pemugaran dengan skala besar," katanya.

(antara/gil)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Sekitar Pulau| | | |