LANNY JAYA - Di tengah hamparan hijau pedalaman Papua Pegunungan, tepatnya di Kampung Andugume, Distrik Wano Barat, Kabupaten Lanny Jaya, suasana khidmat menyelimuti ibadah Minggu (8/3/2026). Prajurit Satgas Yonif 408/Suhbrastha (Sbh) Pos TK Andugume tak hanya menjalankan tugas pengamanan, tetapi juga merajut tali persaudaraan melalui kegiatan keagamaan bersama masyarakat setempat.
Meskipun fasilitas di daerah penugasan serba terbatas, ibadah yang dilaksanakan tetap berlangsung penuh kekhusyukan. Doa-doa yang dipanjatkan tidak hanya menjadi ungkapan syukur atas perlindungan Tuhan, tetapi juga menjadi sumber kekuatan moral dan spiritual bagi para prajurit dalam mengemban amanah pengabdian di Bumi Cenderawasih.
Lebih dari sekadar ritual keagamaan, momen ini menjadi sarana ampuh untuk mempererat hubungan sosial antara prajurit TNI dan warga binaan di sekitar Pos Andugume. Kehangatan dan rasa kekeluargaan terpancar jelas, menciptakan harmoni yang mendalam di antara mereka.
Kapten Inf Nur Ikhsan, Komandan Pos (Danpos) Andugume, menekankan pentingnya kegiatan ibadah rutin ini. Ia meyakini, menjaga keseimbangan mental dan spiritual adalah kunci keberhasilan prajurit dalam menjalankan tugas di medan yang penuh tantangan.
“Melalui ibadah rutin ini kami ingin menanamkan bahwa kekuatan seorang prajurit tidak hanya berasal dari fisik dan latihan militer, tetapi juga dari keimanan kepada Tuhan. Dengan iman yang kuat, prajurit akan mampu menjalankan tugas dengan hati yang tulus serta terus hadir membantu masyarakat di sekitar wilayah penugasan, ” kata Kapten Nur Ikhsan.
Ia menambahkan bahwa kebersamaan dalam kegiatan keagamaan ini turut memperkuat kemanunggalan antara TNI dan rakyat, sebuah pilar penting dalam pembangunan di wilayah pedalaman Papua.
Antusiasme positif datang dari warga Kampung Andugume. Mereka menyambut baik kehadiran prajurit, tidak hanya sebagai penjaga keamanan, tetapi juga sebagai bagian dari komunitas yang berbaur dalam kehidupan sosial dan keagamaan mereka.
Satgas Yonif 408/Sbh berharap, melalui kegiatan sederhana namun sarat makna ini, nilai-nilai keimanan, kebersamaan, dan persaudaraan akan terus tumbuh subur di tengah masyarakat Wano Barat. Kehadiran mereka diharapkan tidak hanya membawa rasa aman, tetapi juga menabur kedamaian dan harapan bagi seluruh penduduk. (PERS)










































