Jakarta, CNN Indonesia --
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah sekitar Ibu Kota Nusantara (IKN) terus bertambah, membuat wilayah penyangga IKN menjadi perhatian.
Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kaltim hingga 24 Agustus 2026 mencatat 470 kejadian karhutla dengan total luas terdampak mencapai 1.393,78 hektare.
Menurut data tersebut, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) yang menjadi lokasi utama IKN, mencatat 42 kejadian karhutla dengan luas terdampak 41,07 hektare.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), yang sebagian wilayahnya juga masuk kawasan IKN, mencatat 49 kejadian dengan wilayah terdampak lebih luas mencapai 440,88 hektare.
Kondisi karhutla di wilayah PPU juga disebut mengalami peningkatan dalam beberapa waktu terakhir.
Kepala Pelaksana BPBD PPU Nurlaila mengatakan peningkatan kejadian mulai terlihat pada Juli hingga Agustus 2026. Menurutnya, peningkatan kejadian karhutla ini salah satunya dipengaruhi kondisi cuaca.
"Kalau di PPU memang sampai saat ini dari mulai Juli sama Agustus memang terjadi peningkatan, sesuai dengan kondisi cuaca," kata Nurlaila pada Selasa (25/8), dikutip dari Detikcom.
Nurlaila mengatakan penanganan karhutla dilakukan secara kolaboratif dengan melibatkan berbagai unsur lintas sektor. Setiap informasi mengenai titik api juga langsung ditindaklanjuti dengan pengecekan ke lapangan.
"Kalau ada hotspot yang terpantau langsung dilakukan ground check," tuturnya.
BPBD PPU pun memperkuat penyebaran informasi kepada masyarakat melalui layanan darurat. Nurlaila menyebut masyarakat dapat melaporkan kejadian melalui call center 112, pemadam kebakaran maupun BPBD agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat.
Hingga saat ini, ia menyebut seluruh kejadian karhutla di PPU masih dapat ditangani secara kolaboratif.
"Belum ada yang tidak bisa ditangani sampai sejauh ini, alhamdulillah semua masih bisa ditangani secara kolaboratif," katanya.
Sementara itu, di Kaltim, Kabupaten Paser menjadi daerah dengan jumlah kejadian karhutla terbanyak, yakni 121 kejadian dengan luas 294,83 hektare.
Samarinda mencatat 80 kejadian dengan luas 101,71 hektare, Kutai Barat 73 kejadian dengan luas 349,17 hektare, sedangkan Kukar mencatat 49 kejadian dengan luas 440,88 hektare.
Dari total luas terdampak 1.393,78 hektare di Kaltim, sebanyak 1.330,23 hektare merupakan lahan, 32,84 hektare hutan, dan 30,71 hektare kebun.
Pada periode Januari-Juli tercatat 124 kejadian dengan luas terdampak 232,98 hektare, sedangkan sepanjang Agustus hingga 24 Agustus 2026 terdapat 346 kejadian dengan luas terdampak 1.160,80 hektare.
Kondisi ini membuat peningkatan karhutla di wilayah sekitar IKN menjadi sorotan.
Meski belum dilaporkan adanya dampak asap ke kawasan inti IKN, petugas gabungan terus memantau dan menangani kejadian kebakaran di wilayah penyangga dan sejumlah titik yang berada di sekitar kawasan IKN.
(lom)

1 hour ago
1

















































