PASURUAN - Di bawah langit malam Ramadhan yang tenang, teras mushola baru di Dusun Kili, Desa Wonosari, Kecamatan Gondangwetan, Kabupaten Pasuruan, menjadi tempat berkumpulnya prajurit Satgas TMMD Ke-127 Kodim 0819/Pasuruan bersama tokoh masyarakat dan warga. Dengan penerangan lampu sederhana, mereka duduk bersila menikmati hidangan ringan sambil berbincang hangat.
Minggu malam (8/3/2026), setelah seharian bekerja membangun berbagai fasilitas desa termasuk mushola tersebut, para prajurit memilih menutup aktivitas dengan tadarus Al-Qur’an bersama warga. Lantunan ayat suci bergema bergantian dibaca prajurit dan masyarakat, menghadirkan suasana khusyuk di bulan Ramadhan.
Dengan seragam loreng, sebagian prajurit tampak santai mengenakan peci dan sarung. Sertu Darmawan, anggota Satgas TMMD, terlihat menuangkan teh hangat untuk warga yang ikut berkumpul. Suasana kebersamaan terasa akrab di teras mushola yang baru selesai dibangun.
Salah satu warga, Bapak Suratman, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Satgas TMMD yang telah membantu membangun desa, termasuk mushola tersebut. Ia menilai program TMMD tidak hanya menghadirkan pembangunan fisik, tetapi juga mempererat kebersamaan dan nilai keagamaan di masyarakat.
Menurut Sertu Darmawan, kegiatan seperti tadarus bersama menjadi bagian dari pendekatan sosial prajurit kepada warga. Momentum Ramadhan dimanfaatkan untuk mempererat hubungan sekaligus memperkuat nilai kebersamaan antara TNI dan masyarakat.
Di teras mushola itu, warga dan prajurit berbagi hidangan sederhana sambil menikmati lantunan tilawah. Anak-anak desa ikut menyimak, sementara para ibu menambah sajian. Suasana hangat ini menjadi gambaran nyata kedekatan antara Satgas TMMD dan warga.
Bagi masyarakat Wonosari, mushola baru tersebut bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga ruang kebersamaan. Di akhir kegiatan, warga dan prajurit memanjatkan doa bersama agar Ramadhan membawa keberkahan serta program TMMD berjalan lancar hingga penutupan Maret 2026.
Tadarus sederhana di teras mushola itu pun meninggalkan pesan bahwa pembangunan desa tidak hanya soal infrastruktur, tetapi juga memperkuat persaudaraan dan kebersamaan.


















































