Kemenhaj: Masa Tunggu Haji Berpotensi Turun dari 26 Jadi 14-15 Tahun

2 hours ago 3

Jakarta, CNN Indonesia --

Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mengatakan masa tunggu jemaah haji Indonesia berpotensi lebih pendek dari rata-rata 26 tahun menjadi 14-15 tahun.

Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan sebelum ada Kemenhaj, rata-rata masa tunggu haji selama 49 tahun.

"Kemudian Pak Menteri perintahkan berdasarkan perintah Presiden agar supaya bisa diperpendek, kami perbaiki datanya, sekarang 26 tahun rata-rata. Nah 26 tahun itu adalah lama tunggu administrasi," kata Dahnil di Kantor Kemenhaj, Jakarta Pusat, Senin (14/9).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia mengatakan pihaknya sekarang tengah memperbaiki data. Dari sekitar 5,7 juta data antrean, ditemukan sekitar 400 ribu data yang tidak valid.

Menurutnya, temuan data tidak valid tersebut berpotensi mengurangi jumlah antrean jemaah haji yang tercatat saat ini.

"Ada temuan data invalid di 5,7 jutaan antrean itu ada 400 ribuan yang invalid. Artinya akan berkurang dan akan mengurangi antrean," ujarnya.

Ia mengatakan secara faktual, masa tunggu jemaah haji bisa turun hingga 14-15 tahun.

"Kami lagi data lagi lebih rinci dan kemungkinan secara faktual jemaah yang ngantri sesuai dengan instruksi Presiden itu bisa lebih pendek, rata-rata bisa 14-15 tahun," katanya.

"Jadi dari 49 tahun, perintah Presiden diperpendek, kami perpendek jadi 26 tahun dan sekarang insyaAllah secara faktual itu rata-rata 14 sampai 15 tahun," sambung Dahnil yang juga dikenal pernah menjadi jubir Prabowo saat menjabat menteri pertahanan pada pemerintahan sebelumnya.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf mengingatkan masyarakat agar berhati-hati terhadap pihak yang menawarkan keberangkatan haji dalam waktu singkat dengan biaya tertentu.

"Kalau ada iklan menawarkan bayar sekian ratus juta berangkat tahun ini langsung, hati-hati. Kepada masyarakat hati-hati, daftar langsung berangkat tahun ini hati-hati sekali. Banyak kasus, banyak korban yang sudah terjadi di sini," kata Yusuf.

(yoa/kid)

Read Entire Article
Sekitar Pulau| | | |