LANNY JAYA - Kepedulian terhadap masyarakat kembali ditunjukkan Satgas Pamtas RI–PNG Mobile Yonif 742/Satya Wira Yudha (SWY). Personel Pos Titik Kuat (TK) Wamitu turun langsung membantu keluarga yang tengah berduka di Kampung Ilim, Distrik Goa Baliem, Kabupaten Lanny Jaya, Papua Pegunungan, dengan bergotong royong menyiapkan prosesi adat Bakar Batu, Sabtu (4/7/2026).
Aksi sosial tersebut dilakukan sebagai bentuk empati kepada keluarga Bapa Iburan Wenda yang sedang berduka. Sebanyak 12 personel Satgas dipimpin Dantim 1 Letda Inf I Wayan Sudi Karjana, didampingi Dantim 2 Sertu Sandi Ananta, membantu seluruh persiapan upacara adat bersama masyarakat setempat.
Setibanya di lokasi, para prajurit langsung membaur dengan warga. Mereka ikut menyiapkan batu, kayu bakar, serta berbagai kebutuhan prosesi adat yang menjadi bagian penting dalam tradisi masyarakat Pegunungan Tengah Papua sebagai simbol penghormatan terakhir kepada almarhum.
Komandan Satgas Pamtas RI–PNG Mobile Yonif 742/SWY, Letkol Inf Dedi Risdiantoro, S.I.P., menegaskan bahwa kehadiran prajurit di tengah masyarakat merupakan bagian dari pengabdian TNI yang tidak hanya berfokus pada aspek keamanan, tetapi juga nilai-nilai kemanusiaan.
"TNI lahir dari rakyat dan mengabdi untuk rakyat. Ketika masyarakat mengalami musibah, sudah menjadi kewajiban moral bagi kami untuk hadir, memberikan dukungan, dan membantu semampu kami. Kami ingin masyarakat merasakan bahwa mereka tidak sendiri karena TNI akan selalu berada di sisi mereka, " ujar Letkol Inf Dedi Risdiantoro.
Hal senada disampaikan Komandan Pos TK Wamitu, Kapten Inf Agus Julkarnain. Menurutnya, kepedulian kepada masyarakat merupakan bagian penting dari tugas Satgas selama menjalankan misi di Papua.
"Kami datang bukan hanya untuk menjaga keamanan wilayah, tetapi juga membangun persaudaraan dengan masyarakat. Melalui gotong royong dalam tradisi Bakar Batu ini, kami ingin menunjukkan bahwa TNI menghormati budaya lokal sekaligus siap membantu warga dalam setiap situasi, termasuk saat mereka sedang berduka, " kata Kapten Agus Julkarnain.
Kehadiran prajurit Satgas mendapat sambutan hangat dari keluarga dan masyarakat Kampung Ilim. Bantuan tenaga yang diberikan dinilai sangat membantu meringankan beban keluarga dalam mempersiapkan seluruh rangkaian prosesi adat.
Mewakili keluarga, Bapa Iburan Wenda menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan personel Satgas Yonif 742/SWY.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada bapak-bapak TNI yang telah datang membantu keluarga kami. Kehadiran mereka memberikan semangat dan membuat kami merasa tidak sendiri dalam menghadapi kedukaan ini, " ungkapnya.
Setelah seluruh rangkaian persiapan tradisi Bakar Batu selesai dilaksanakan, personel Satgas kembali ke Pos TK Wamitu dalam keadaan aman.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pendekatan humanis yang terus dilakukan Satgas Yonif 742/SWY di wilayah penugasan. Selain menjaga stabilitas keamanan di Papua Pegunungan, Satgas juga aktif memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat melalui aksi sosial, penghormatan terhadap adat istiadat, serta kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan.
(PERS)


















































