MAYBRAT - Di tengah curah hujan yang tak henti mengguyur Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya, sebuah pemandangan tak biasa tersaji di Kampung Fuog. Jalanan yang menjadi urat nadi kehidupan warga kini tergerus parah, menyisakan lubang menganga dan genangan air yang menyulitkan langkah setiap hari. Kondisi ini, yang terjadi Sabtu (17/1/2026), tak hanya menghambat aktivitas warga, tetapi juga melumpuhkan roda ekonomi lokal.
Namun, di tengah kesulitan itu, hadir secercah harapan dari prajurit tangguh. Satgas Pamtas RI–PNG Mobile Yonif 10 Marinir/SBY tak tinggal diam. Dengan semangat 'kemanusiaan di atas segalanya', mereka bersinergi dengan warga Kampung Fuog, bahu-membahu memperbaiki kerusakan jalan secara darurat. Tangan-tangan kokoh para prajurit dan wargaaborasi menimbun badan jalan yang rapuh, membersihkan saluran air yang tersumbat, demi mencegah kerusakan serupa di kemudian hari.

Komandan Satgas, Letkol Marinir Aris Moko, menegaskan esensi kehadiran TNI AL di garda terdepan. “Kami di sini bukan hanya menjaga batas negeri, tapi juga menjadi bagian tak terpisahkan dari denyut kehidupan masyarakat perbatasan. Akses jalan yang baik adalah fondasi utama bagi kemajuan pendidikan, ekonomi, dan terpenuhinya kebutuhan dasar warga, ” tegasnya.
Inisiatif ini disambut hangat penuh syukur oleh penduduk Kampung Fuog. “Kami sungguh berterima kasih atas kepedulian Marinir. Tanpa bantuan mereka, perbaikan jalan ini akan terasa sangat berat. Kami berharap, ke depan, perhatian lebih bisa diberikan agar jalan ini kokoh permanen, ” ungkap seorang warga, mewakili suara hati masyarakat.
Kisah di Kampung Fuog ini adalah bukti nyata betapa kuatnya sinergi antara TNI dan rakyat. Sebuah gambaran indah tentang bagaimana kepedulian dan kerja sama mampu menaklukkan tantangan infrastruktur di pelosok negeri, sekaligus mengukuhkan peran Marinir sebagai pelindung sejati di tanah Papua Barat Daya. (Wartamiliter)


















































