Newport Minta Maaf Buntut Kasus Hafalan Al-Qur'an Ditukar Miras

8 hours ago 4

Jakarta, CNN Indonesia --

Manajemen Newport selaku produsen meminta maaf atas kegaduhan buntut kasus promosi minuman keras (miras) dengan tantangan hafalan Al-Qur'an di Ancol, Jakarta Utara (Jakut).

"Sehubungan dengan beredarnya video di booth Newport pada gelaran festival musik The Sounds Project, Minggu (09/08), Newport menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh umat Muslim, tokoh agama, dan seluruh masyarakat Indonesia atas kejadian yang menimbulkan ketidaknyamanan, rasa terluka, dan kegaduhan yang terjadi," kata Direktur Newport, Handoko Sasongko dalam keterangannya, Rabu (11/8).

Handoko menyatakan bahwa aktivitas itu bukan merupakan program, konsep promosi, challenge, maupun arahan yang dibuat atau direncanakan oleh Newport.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia mengklaim aktivitas itu muncul secara spontan dari pengunjung yang berada di lokasi.

"Kami menyesali adanya kelalaian dalam pengawasan di lapangan, sehingga tindakan yang tidak sesuai dengan nilai-nilai agama, keyakinan, budaya serta adat istiadat yang dijunjung oleh masyarakat dapat terjadi," ucap dia.

Ia pun menyatakan bahwa Newport menghormati nilai-nilai agama serta sensitivitas yang hidup di tengah masyarakat Indonesia.

Handoko menekankan penghormatan terhadap nilai-nilai tersebut menjadi hal yang penting dalam setiap kegiatan dan interaksi Newport dengan masyarakat.

"Kejadian ini merupakan peringatan keras sekaligus bahan refleksi mendalam bagi kami untuk segera merumuskan standar operasional (strict guidelines) secara lebih ketat, dengan menempatkan aspek kehormatan terhadap nilai religi, adat istiadat, serta etika kemasyarakatan sebagai landasan," ujarnya.

Selain itu, ia juga menekankan manajemen Newport berkomitmen penuh memastikan bahwa kejadian serupa tak terulang kembali di masa mendatang.

Aksi tantangan pembacaan ayat suci Al-Qur'an ditukar dengan miras oleh salah satu tenant di konser musik The Sound Project viral di media sosial.

Dalam potongan video yang viral tampak seorang perempuan mengikuti tantangan itu di booth brand miras. Perempuan itu membacakan Surat Ad-Dhuha dari awal hingga akhir tanpa terputus.

Setelah berhasil menyelesaikan hafalannya, sejumlah sales dan di booth langsung bersorak dan meramaikan suasana. Salah satu pembawa acara yang ada di booth pun menanyakan identitas wanita tersebut.

"Temannya mana, temannya yang membacakan surat tadi (Surat Ad Dhuha) mana?. Mau apa mau apa temennya? Pesen," kata perempuan tersebut.

Setelahnya, Aksi itu diadukan ke Bareskrim Polri yang dilayangkan sejumlah advokat yang tergabung dalam organisasi Asosiasi Lawyer Muslim Indonesia (ALMI). Ketua ALMI, Zainul Arifin mengatakan perbuatan itu tidak bisa dianggap sebagai hiburan semata. Ia menyatakan challange itu masuk dalam ranah penistaan agama.

Selain keBareskrim,  Advokat Muhammad Rizki dari Tim Hukum Muslim resmi melaporkan kasus itu ke Polda Metro Jaya.

"Hari kami akan laporkan kurang lebih lima pihak. Yang pertama itu ialah EO dari acara tersebut, acara sampah tersebut. Yang kedua, produsen daripada miras. Yang ketiga, ada dua orang MC. Lalu yang terakhir itu perempuan yang melafazkan Al-Qur'an demi mendapatkan satu botol miras, gitu," kata Rizki.

Rizki menerangkan laporan ini dibuat lantaran sebagai seorang muslim dirinya merasa tersinggung dengan kegiatan promosi miras tersebut.

(mnf/dal)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Sekitar Pulau| | | |