Pakar ITS Ungkap Jejak Kapal Virgo Sebelum Hilang Kontak di Laut Jawa

10 hours ago 3

Surabaya, CNN Indonesia --

Sinyal terakhir kapal motor (KM) Virgo Transport 8 tercatat melaju dengan kecepatan 12,9 knots sebelum akhirnya hilang dari pantauan sistem, tak lama setelah kapal melintas di Selat Madura dalam perjalanan menuju Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Data pergerakan kapal itu terekam dalam Automatic Identification System of ITS (AISITS), sistem pemantauan maritim milik Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Pakar Sistem Perkapalan ITS Dr Eng Dhimas Widhi Handani pun memaparkan kronologi pergerakan KM Virgo berdasarkan data yang diterima Remote Base Station (RBS) dan server AISITS.

Menurut catatan sistem tersebut, KM Virgo bertolak dari terminal Jamrud Selatan, Surabaya, pada pukul 10.00 WIB pada Sabtu (12/9) kemarin dengan kecepatan 0,3 hingga 3,5 knots di area pelabuhan, sebelum memasuki alur pelayaran barat Surabaya (APBS).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dhimas mengatakan, setelah memasuki APBS, laju kapal meningkat menjadi 12 sampai 14 knots. Kemudian tiba di sekitar Karang Jamuang pada pukul 12.00 WIB, kapal melaju konstan di kisaran 13 hingga 14 knots.

"Melalui server AISITS, perjalanan kapal kemudian melanjut ke arah timur laut menuju Banjarmasin, Kalimantan," kata Dhimas, Minggu (13/9).

Sinyal kapal kemudian terekam terakhir kali pada pukul 22.33 WIB, Sabtu (12/9) dengan kecepatan 12,9 knots. Setelah itu, data pergerakan kapal berhenti masuk ke sistem. Dhimas menyebut, terputusnya data dapat terjadi karena kapal keluar dari jangkauan pelaporan AISITS.

"Selain itu, terdapat kemungkinan bahwa perangkat AIS transponder di kapal berhenti mengirimkan data," ucap Dosen Departemen Sistem Perkapalan ITS itu.

Kepala Laboratorium Keandalan dan Keselamatan ITS ini menyatakan, data historis sistem tersebut krusial dalam mengidentifikasi insiden di laut. Data pergerakan kapal, kata dia, dapat digunakan untuk mengetahui kapal yang melanggar jalur pelayaran atau berhenti di lokasi terlarang, seperti pipa bawah laut dan offshore platform.

Selain untuk investigasi kecelakaan, sistem AISITS juga dilengkapi sejumlah fitur pendukung keamanan maritim nasional, di antaranya early warning system, ship tracking system, fuel oil monitoring, dan smart buoy monitoring.

Sistem itu juga dilengkapi predictive maneuvering plan, informasi cuaca, serta peta kepadatan lalu lintas kapal atau heat maps. Seluruh peringatan dini tersebut dapat dipantau secara langsung melalui aplikasi maupun command center di tepi pantai.

Dhimas menjelaskan, pihak terkait dapat memantau kondisi lalu lintas kapal secara cepat untuk mencegah potensi gangguan keamanan fasilitas vital.

"Integrasi teknologi pelacakan secara real-time dan analisis forensik yang dipaparkan diharapkan mampu menekan risiko kecelakaan di laut secara keberlanjutan," katanya.

Kapal Motor (KM) Virgo Transport 8 dilaporkan hilang kontak di perairan Laut Jawa pada Minggu (13/9), pukul 02.00 Wita, saat berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin sejak Sabtu (12/9).

KM Virgo disebut memuat 243 orang penumpang, awak kapal hingga kru. Dari jumlah itu, sebanyak 103 orang sudah dievakuasi, 97 di antaranya dalam kondisi selamat, sedangkan enam orang dinyatakan meninggal dunia. Sementara itu, sebanyak 140 orang lainnya masih dalam pencarian.

(dal/frd/dal)

Read Entire Article
Sekitar Pulau| | | |