Penyebab Penumpang KMP Mutiara Sentosa Tak Pakai Sekoci Saat Kebakaran

1 hour ago 2

Surabaya, CNN Indonesia --

Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii membantah kabar yang menyebut KMP Mutiara Sentosa II tidak dilengkapi sekoci saat terbakar di perairan utara Sumenep, Madura, Minggu (2/8). Ia memastikan kapal tersebut telah dilengkapi standar keselamatan sesuai ketentuan.

Syafii menjelaskan, pada hari kejadian kebakaran, api disebut membakar bagian tengah bawah kapal dan dengan cepat menjalar ke arah buritan atau bagian belakang, karena angin. Seluruh penumpang pun diarahkan naik ke anjungan bagian depan dan diberikan life jacket.

"Dan pada saat itu kapal terbakar dari informasi yang didapat, dari tengah bagian bawah, dan arah angin menuju dengan kencangnya menuju ke belakang, sehingga kebakaran itu luar biasa mengarah ke belakang," kata Syafii, saat konferensi pers di posko terpadu di Terminal Gapura Surya Nusantara (GSN) Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Selasa (4/8).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Syafii menegaskan sekoci maupun perahu karet sebenarnya tersedia di kapal, namun tidak sempat diturunkan lantaran kondisi kebakaran, yang tidak memungkinkan kru untuk mengoperasikannya.

"Kenapa dari kapal tidak menurunkan sekoci atau perahu karet? Jadi, setelah kita konfirmasi kepada kru kapal bahwa kapal itu sudah dilengkapi standar keselamatan. Di dalamnya ada sekoci, ada perahu karet, dan pemeriksaan terkait dengan kelaikan kapal itu informasi yang disampaikan secara lisan," ujarnya.

"Artinya bahwa sekoci, perahu tidak bisa diturunkan bukan karena tidak ada, tapi memang kondisi api yang tidak memungkinkan dari kru untuk menurunkan peralatan keselamatan tersebut," lanjutnya.

Syafii menambahkan, kondisi kebakaran berbeda dengan insiden kebocoran kapal yang biasanya memberi waktu bagi kru untuk menurunkan alat keselamatan secara bertahap. Pada kasus kebakaran, tindakan awal kru difokuskan pada pemadaman api sebelum akhirnya memerintahkan seluruh penumpang menyelamatkan diri.

"Jadi, kondisinya memang beda-beda seperti kalau kapal itu bocor. Kalau kapal itu bocor, kru memiliki kesempatan untuk menurunkan mulai dari perahu karet, sekoci, bahkan bisa menyampaikan informasi dengan detail perkembangan dari jam atau mungkin dari menit ke jam itu dengan komunikasi. Tapi pada saat kebakaran, kondisi yang terjadi, tindakan awal yang dilakukan oleh kru adalah tindakan pemadaman. Pada saat tidak sanggup, saat itulah memberikan tindakan untuk mem-broadcast semuanya lari, semuanya mengambil perlengkapan life jacket itu," katanya.

Senada, Wakil Menteri Perhubungan (Wamenhub) Suntana mengungkapkan, data dari Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) mencatat KMP Mutiara Sentosa II memiliki enam unit sekoci dan 25 life raft yang mampu menampung seluruh penumpang. Namun peralatan keselamatan itu tak bisa digunakan karena kondisi yang tak memungkinkan.

"Jadi ada. Ada di dalam data yang dimiliki oleh KSOP, ada sekoci juga 6, ada life raft-nya juga 25 yang bisa menampung itu. Cuma tadi dijelaskan oleh Pak Kepala Basarnas karena situasinya itu tidak bisa diturunkan, ya. Tapi tetap menjadi temuan kita. Itu bahan evaluasi," kata Suntana.

Sementara itu, Kepala Cabang PT Atosim Lampung Pelayaran (ALP) Surabaya selaku operator KMP Mutiara Sentosa, Ferdinan Pondang, turut memastikan seluruh alat keselamatan termasuk sekoci, jaket pelampung, hingga alat pemadam api ringan (APAR) tersedia lengkap di atas kapal.

"Kalau alat keselamatan ada, Pak, di kapal. Untuk jumlahnya saya juga belum bisa mengetahui, tapi ada. Sekoci, alat pelampung," kata Pondang.

Menanggapi kesaksian sejumlah korban yang mengaku tidak mendengar fire alarm berbunyi, Ferdinan pun membantahnya. Ia menyebut alat itu ada di dalam kapalnya, meski ia belum memperoleh informasi pasti apakah perangkat tersebut diaktifkan saat kejadian atau tidak.

"Kalau itu alarm fungsi. Cuma saya belum tahu kan info dari nakhoda kan apa itu diaktifkan atau tidak kan saya belum dapat info," katanya.

Ferdinan menambahkan, penumpang memilih melompat ke laut lantaran alat keselamatan seperti sekoci dan Inflatable Life Raft (ILR) seluruhnya berada di bagian buritan. Tempat itu lah yang kata dia, justru menjadi titik awal kebakaran.

"Ya, yang tadi disampaikan sama teman-teman kru, itu api berasal dari belakang. Sedangkan alat penyelamat itu semua di belakang posisinya. Sekoci, ILR, semuanya di belakang. Jadi nakhoda katanya menyampaikan itu penumpang dialokasikan ke haluan semua untuk lompat pada saat kapal semua mulai terbakar," katanya.

[Gambas:Youtube]

KMP Mutiara Sentosa II dengan tujuan pelayaran Surabaya-Makssar, dilaporkan terbakar hebat, di perairan utara Sumenep, Madura, Jawa Timur, Minggu (2/8).

Berdasarkan data terakhir Basarnas, Selasa (4/8), sebanyak 238 orang yang ada di kapal tersebut sudah dievakuasi. Namun, lima orang di antaranya dinyatakan meninggal dunia.

Operasi pencarian dan penyelamatan korban kejadian kebakaran KMP Mutiara Sentosa II di perairan utara Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, resmi ditutup, Selasa (4/8).

(frd/isn)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Sekitar Pulau| | | |