Bandarlampung, CNN Indonesia --
Kepolisian daerah (Polda) Lampung tancap gas memastikan kenyamanan masyarakat pada masa lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah Tahun 2026. Pengamanan arus mudik serta arus balik lebaran tersebut, dikawal ribuan aparat gabungan.
Polda Lampung memastikan kesiapan personel dan sarana pendukung tersebut, melalui pelaksanaan Operasi Ketupat Krakatau 2026 yang akan digelar pada tanggal 13-25 Maret 2026.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kapolda Lampung, Irjen Pol Helfi Assegaf mengatakan, untuk mengawal pergerakan jutaan pemudik sejak Ramadan hingga puncak arus balik lebaran, ada 3.724 personel gabungan yang disiagakan memastikan kelancaran dan keamanan selama arus mudik lebaran 2026.
Dari total kekuatan personel yang akan disiagakan dalam pengamanan mudik lebaran tersebut, 1.770 personel dari kepolisian dan sisanya merupakan dukungan dari lintas instansi seperti Dishub, Dinkes, Satpol PP, hingga Basarnas dan TNI turut memperkuat pengamanan.
"Pengamanan kami fokuskan pada langkah preventif dan preemtif, didukung penegakan hukum serta kegiatan kehumasan, agar masyarakat merasa aman dan terlayani,"ujarnya dalam keterangannya, Kamis (19/2)
Siapkan 80 Pos, Bakauheni Pusat Kendali
Untuk menunjang operasional di lapangan dan memperkuat pengamanan serta memastikan pelayanan optimal, kata Helfi, Polda Lampung akan menyiapkan 80 Pos yang tersebar di sejumlah titik strategis selama masa arus mudik lebaran 2026.
"Dari 80 Pos itu terdiri dari 60 Pos Pengamanan (Pospam) sebagai pusat informasi dan penekanan angka kriminalitas, 20 Pos Pelayanan (Posyan) untuk istirahat dan pemeriksaan kesehatan pemudik, dan satu Pos Terpadu di Pelabuhan Bakauheni sebagai pusat kendali Operasi Ketupat Krakatau 2026,"kata dia.
Antisipasi Puncak Mudik dan Macet
Irjen Pol Helfi juga menekankan pentingnya kewaspadaan pada prediksi puncak arus mudik lebaran pada tanggal 13-17 Maret serta puncak arus balik lebaran pada tanggal 24-28 Maret 2026.
Salah satu fokus utama, yakni manajemen rekayasa lalu lintas pun disiapkan menuju kawasan Pelabuhan Bakauheni. Polda Lampung telah menyiapkan skenario, termasuk penggunaan stiker untuk filterisasi kendaraan di buffer zone dan penerapan delaying system.
"Jika terjadi antrean kendaraan di luar pelabuhan hingga melebihi 4 kilometer (kategori zona merah), kendaraan akan diarahkan ke kantong-kantong parkir di 8 rest area tol jalur B maupun sejumlah rumah makan di jalur arteri untuk mencegah penumpukan kendaraan di area dermaga,"ungkapnya.
Titik Rawan dan Kondisi Jalan
Selain kemacetan, Irjen Pol Helfi juga mengingatkan kepada pemudik untuk mewaspadai sejumlah titik jalan rusak dan titik rawan kecelakaan lalu lintas (laka lantas) di wilayah Lampung.
Seperti di Kabupaten Lampung Tengah terdapat titik jalan rusak di 40 lokasi, dan Lampung Selatan 8 titik rawan kecelakaan di sepanjang Jalinsum (Jalan Lintas Sumatra) dan Jalintim (Jalan Lintas Timur).
Dalam pemetaan kerawanan tersebut, kepolisian mencatat 102 titik jalan rusak dan 45 titik rawan kecelakaan di Lampung yang menjadi perhatian serius.
"Keamanan dan keselamatan masyarakat (pemudik) dalam menjalankan ibadah dan merayakan Idulfitri menjadi prioritas utama kami. Kami berkomitmen menekan angka kecelakaan dan fatalitas korban di jalan raya selama periode Ramadhan dan Idul Fitri,"jelasnya.
Dikatakannya, pengamanan tidak hanya difokuskan pada arus lalu lintas, petugas juga memetakan pengamanan di 3.832 masjid, 2.066 lokasi Sholat Id, 209 objek wisata, dan simpul transportasi seperti Bandara serta Stasiun Kereta Api di Provinsi Lampung.
"Dengan persiapan matang ini, diharapkan Mudik Lebaran 2026 di Provinsi Lampung dapat berjalan aman, lancar, dan berkesan bagi seluruh lapisan masyarakat," pungkasnya.
(zai/wis)

2 hours ago
4

















































