Prajurit TNI Pukul Warga Hingga Tewas, Komandan Batalyon Minta Maaf

13 hours ago 8

Jakarta, CNN Indonesia --

Batalyon Infanteri (Danyonif) 733/Masariku menyampaikan permohonan maaf atas insiden pemukulan oleh salah satu prajurit yang mengakibatkan seorang warga meninggal dunia di Desa Umaloya, Sanana Maluku Utara

Komandan Batalyon Infanteri (Danyonif) 733/Masariku Letkol Inf M. Aminulah menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh lapisan masyarakat atas kegaduhan yang timbul di ruang publik akibat peristiwa tersebut. Ia juga menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban.

"Atas nama pribadi dan seluruh keluarga besar Yonif 733/Masariku, saya menyampaikan rasa bela sungkawa yang paling dalam kepada keluarga almarhum Sukra Umagafur. Kami merasakan kesedihan yang dialami keluarga, dan kami mendoakan semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa," ujar Aminulah di Sanana Maluku Utara, Jumat (27/3).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menjelaskan, berdasarkan laporan awal, insiden yang terjadi pada Minggu (22/3) itu bermula dari perselisihan antar-pemuda. Adik dari prajurit berinisial Pratu SB terlibat perkelahian dengan adik korban.

Perselisihan kemudian memuncak ketika rombongan keluarga korban mendatangi rumah Pratu SB dalam kondisi emosi dan melakukan protes keras di depan rumah saat prajurit tersebut sedang menjalani cuti Lebaran.

Saat perjalanan pulang, adik Pratu SB diduga dihentikan dan dikeroyok oleh sekelompok orang yang dipengaruhi minuman keras. Pratu SB yang melihat kejadian itu berupaya melerai dengan memeluk adiknya, namun justru ikut menjadi sasaran pukulan di bagian kepala dan leher.

Dalam situasi terdesak, Pratu SB kemudian memberikan pukulan balasan yang mengenai wajah korban hingga terjatuh dan bagian belakang kepalanya terbentur aspal. Korban sempat dilarikan ke RSUD Sanana sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia.

Danyon menegaskan bahwa TNI merupakan institusi yang lahir dari rakyat dan untuk rakyat, sehingga setiap tindakan prajurit yang mencederai nilai tersebut akan ditangani secara serius.

"Kami pastikan bahwa TNI tidak akan pernah menutupi fakta yang ada. Namun, mari kita beri ruang bagi pihak terkait untuk bekerja melihat fakta-fakta secara utuh dan objektif," tegasnya.

Ia juga menyayangkan adanya tindakan main hakim sendiri oleh sekelompok warga yang melakukan intimidasi serta perusakan terhadap rumah pribadi prajurit tersebut. Menurutnya, tindakan anarkis seperti itu merupakan pelanggaran hukum yang tidak seharusnya terjadi di tengah masyarakat.

Saat ini, Pratu SB telah diamankan di Makoramil Sanana dan selanjutnya diserahkan ke Denpom XV/1 Ternate untuk menjalani proses hukum sesuai ketentuan yang berlaku di lingkungan militer.

Danyon mengimbau masyarakat, khususnya di wilayah Sanana, agar tetap tenang, tidak terprovokasi oleh informasi yang belum tentu benar, serta mempercayakan penanganan kasus ini kepada pihak berwenang demi menjaga situasi tetap kondusif.

(antara/gil)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Sekitar Pulau| | | |