Satgas Yonif 408 Bangun Kedekatan TNI-Rakyat di Wamitu

5 hours ago 1

LANNY JAYA - Di tengah keindahan alam Lanny Jaya yang memukau, prajurit TNI dari Satgas Yonif 408/Suhbrastha (Sbh) tak henti-hentinya merajut kebersamaan dengan masyarakat. Momentum ini terwujud melalui kegiatan komunikasi sosial (komsos) yang penuh kehangatan di Kampung Wamitu, Distrik Goa Balim, Kabupaten Lanny Jaya, Papua Pegunungan, pada Rabu (11/3/2026). Kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen Satgas dalam mempererat kemanunggalan TNI dengan rakyat, sebuah nilai luhur yang terus dijunjung tinggi.

Personel Pos TK Wamitu, dengan senyum ramah, turun langsung menyapa warga. Kehadiran mereka bukan sekadar menjalankan tugas, melainkan sebuah upaya tulus untuk membangun jembatan hati. Suara tawa dan percakapan ringan mengalir deras, menciptakan suasana kekeluargaan yang begitu terasa di antara pegunungan yang sejuk. Rasanya seperti kembali ke rumah, berkumpul dengan sanak saudara.

Kapten Inf Indra, Komandan Pos (Danpos) Wamitu, menjelaskan bahwa komsos adalah denyut nadi hubungan mereka dengan masyarakat. Ini adalah cara bagi TNI untuk benar-benar memahami denyut kehidupan di wilayah penugasan.

"Melalui komunikasi sosial ini kami ingin terus menjalin kedekatan dengan masyarakat. Kehadiran kami di sini bukan hanya untuk menjaga keamanan wilayah, tetapi juga untuk menjadi bagian dari masyarakat, mendengar aspirasi mereka, serta membantu jika ada kesulitan yang dihadapi warga, " kata Kapten Inf Indra.

Interaksi langsung ini, baginya, adalah kunci utama untuk memupuk rasa saling percaya. Ketika kepercayaan itu tumbuh, stabilitas dan ketertiban di wilayah pedalaman pun akan terjaga dengan sendirinya, ibarat akar pohon yang kokoh menopang.

Sambutan hangat dari warga Kampung Wamitu menjadi energi tersendiri bagi para prajurit. Mereka merasakan kehadiran TNI bukan hanya sebagai penjaga, tetapi sebagai saudara yang siap berbagi suka dan duka. Ikatan persaudaraan semakin menguat, menciptakan rasa aman dan damai di hati.

Satgas Yonif 408/Suhbrastha menegaskan kembali janji mereka. Kehadiran mereka di tanah Papua bukan hanya untuk menegakkan garis batas, tetapi untuk menjadi bagian tak terpisahkan dari denyut nadi masyarakat, memperkuat kebersamaan dan kemanunggalan yang telah terjalin erat di ujung negeri ini. (Pers)

Read Entire Article
Sekitar Pulau| | | |