Sentuhan Hati Satgas Yonif 742/SWY di Tengah Duka Warga Papua

15 hours ago 7

LANNY JAYA - Di tengah suasana duka yang menyelimuti Kampung Tumbubur, Distrik Tumbubur, Kabupaten Lanny Jaya, Papua Pegunungan, kehadiran prajurit TNI membawa pesan empati sekaligus rasa aman bagi masyarakat. Tak hanya menjalankan tugas pengamanan wilayah, personel Satgas Pamtas RI-PNG Mobile Yonif 742/Satya Wira Yudha (SWY) turut hadir memberikan dukungan moril kepada keluarga yang berduka, Selasa (2/6/2026).

Kegiatan yang dikemas melalui patroli keamanan, komunikasi sosial (komsos), dan pembinaan teritorial (binter) terbatas tersebut menjadi bukti nyata pendekatan humanis TNI dalam membangun kedekatan dengan masyarakat di wilayah penugasan.

Kehadiran prajurit Satgas bermula dari undangan Kepala Desa Tumbubur, Yukiron Tabuni, yang meminta kehadiran aparat untuk menghadiri prosesi kedukaan salah satu warga yang meninggal dunia akibat konflik antarsuku di Wamena.

Menindaklanjuti undangan tersebut, jajaran Satgas Yonif 742/SWY bergerak cepat dengan memadukan tugas pengamanan dan pendekatan sosial kepada masyarakat. Sebanyak 12 personel dipimpin Komandan Pos Titik Kuat (Danpos TK) Tumbubur, Lettu Inf Arrchi Rahmansyah, S.Tr.(Han), diterjunkan untuk menghadiri kegiatan duka, sementara 20 personel pengamanan dipimpin Sertu Nilton disiagakan guna menjaga situasi tetap aman dan kondusif.

Komandan Satgas Pamtas RI-PNG Mobile Yonif 742/SWY, Letkol Inf Dedi Risdiantoro, S.I.P., menegaskan bahwa kehadiran TNI di Papua bukan semata menjalankan fungsi pertahanan, tetapi juga menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.

"TNI adalah anak kandung rakyat. Kehadiran kami di Kampung Tumbubur bukan hanya untuk menjaga keamanan wilayah, tetapi juga sebagai bentuk empati kepada keluarga yang sedang berduka. Kami ingin masyarakat merasakan bahwa mereka tidak sendiri dan negara selalu hadir di tengah-tengah mereka, " ujar Letkol Dedi Risdiantoro.

Menurutnya, pendekatan humanis menjadi salah satu strategi penting dalam membangun kepercayaan masyarakat sekaligus menjaga stabilitas keamanan di wilayah Papua Pegunungan.

Senada dengan hal tersebut, Wakil Komandan Satgas Yonif 742/SWY, Kapten Inf Richen Pahotan Marpaung, S.Tr.(Han), mengatakan bahwa patroli keamanan yang dilakukan Satgas selalu dibarengi upaya mempererat hubungan dengan masyarakat.

"Kami mengedepankan pendekatan yang seimbang antara tugas pengamanan dan kedekatan sosial. Kehadiran personel di rumah duka merupakan wujud nyata kemanunggalan TNI dan rakyat sekaligus bagian dari upaya menjaga situasi tetap aman dan kondusif, " katanya.

Di rumah duka, para prajurit membaur dengan warga, mendengarkan cerita keluarga, serta memberikan dukungan moril kepada kerabat yang ditinggalkan. Suasana hangat dan penuh kekeluargaan pun tercipta di tengah prosesi yang berlangsung khidmat.

Komandan Pos Tumbubur, Lettu Inf Arrchi Rahmansyah, mengungkapkan bahwa kehadiran personel Satgas merupakan bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang sedang menghadapi musibah.

"Begitu menerima laporan dan undangan dari kepala desa, kami langsung hadir. Kami ingin menunjukkan bahwa TNI selalu bersama masyarakat, baik dalam situasi suka maupun duka. Dukungan moril yang sederhana terkadang sangat berarti bagi keluarga yang sedang kehilangan, " ujarnya.

Kehadiran personel Satgas mendapat apresiasi dari masyarakat setempat. Kepala Desa Tumbubur, Yukiron Tabuni, menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian dan kepedulian yang diberikan TNI kepada warganya.

"Kami sangat berterima kasih karena bapak-bapak TNI selalu hadir ketika masyarakat membutuhkan. Kehadiran mereka membuat warga merasa aman, tenang, dan tidak sendirian menghadapi situasi sulit seperti saat ini, " tutur Yukiron.

Kegiatan kedukaan berlangsung aman dan lancar hingga selesai. Melalui perpaduan tugas pengamanan dan pendekatan kemanusiaan, Satgas Yonif 742/SWY tidak hanya menjaga stabilitas wilayah, tetapi juga memperkuat ikatan persaudaraan dengan masyarakat Papua.

Di tengah berbagai tantangan yang ada, kehadiran TNI di Kampung Tumbubur menjadi simbol bahwa keamanan dan kemanusiaan dapat berjalan beriringan, menghadirkan rasa tenang sekaligus mempererat hubungan antara aparat negara dan masyarakat.

Autentikasi: Pen Satgas Yonif 742 SWY

Read Entire Article
Sekitar Pulau| | | |