Sukabumi – Dalam upaya meningkatkan profesionalisme sekaligus kemampuan bela diri prajurit, personel Kodim 0607/Kota Sukabumi melaksanakan Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) Pencak Silat Militer (PSM) dari Sabuk Putih ke Sabuk Kuning yang berlangsung selama dua hari, pada 22–23 Juli 2026, bertempat di GOR Manunggal Kodim 0607/Kota Sukabumi, Jalan R.A. Kosasih, Desa Sukaraja, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi, Kamis (23/07/2026).
Kegiatan diawali dengan apel pengecekan personel untuk memastikan kesiapan seluruh peserta sebelum mengikuti rangkaian ujian. Seluruh tahapan dilaksanakan secara disiplin dan mengutamakan faktor keamanan, dengan dukungan tim kesehatan yang disiagakan selama kegiatan berlangsung guna mengantisipasi kemungkinan terjadinya cedera saat pelaksanaan ujian fisik.
Pelaksanaan UKT ini bertujuan menguji sekaligus meningkatkan kemampuan bela diri militer para prajurit sebagai bekal dalam mendukung pelaksanaan tugas pokok satuan. Selain sebagai kemampuan tempur, Pencak Silat Militer juga menjadi sarana pembentukan karakter prajurit yang tangguh, disiplin, berjiwa ksatria, serta memiliki kemampuan mempertahankan diri dalam berbagai situasi.
Pada sesi praktik, para peserta memperagakan berbagai materi yang telah dipelajari, mulai dari sikap dasar, pola langkah, teknik serangan, teknik belaan, hingga rangkaian gerakan Pencak Silat Militer sesuai standar penilaian.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya TNI AD dalam melestarikan seni bela diri asli Indonesia yang dikembangkan sebagai bela diri militer, sehingga selain menjaga warisan budaya bangsa, juga mampu meningkatkan kualitas sumber daya prajurit yang profesional, adaptif, dan siap menghadapi tantangan tugas di lapangan.
Komandan Kodim 0607/Kota Sukabumi Letkol Inf Beny Syafri, S.H., M.Han., mengatakan bahwa kegiatan UKT bukan sekadar proses kenaikan sabuk, tetapi merupakan bagian dari pembinaan kemampuan prajurit secara berkelanjutan.
"Ujian Kenaikan Tingkat ini menjadi tolok ukur kemampuan setiap prajurit dalam menguasai teknik Pencak Silat Militer. Saya berharap seluruh peserta mengikuti setiap tahapan dengan sungguh-sungguh sehingga kemampuan bela diri, disiplin, mental, dan rasa percaya diri semakin meningkat untuk mendukung pelaksanaan tugas di lapangan."
Sementara itu, Komandan Korem 061/Surya Kencana Brigjen TNI Thomas Rajunio menegaskan bahwa kemampuan bela diri merupakan kompetensi dasar yang harus terus dipelihara oleh setiap prajurit.
"Pencak Silat Militer bukan hanya membentuk fisik yang tangguh, tetapi juga menanamkan jiwa ksatria, keberanian, disiplin, serta semangat pantang menyerah. Kemampuan ini harus terus diasah agar prajurit selalu siap menghadapi setiap dinamika tugas."
Di kesempatan terpisah, Pangdam III/Siliwangi Mayor Jenderal TNI Kosasih, S.E., M.M., menyampaikan bahwa pembinaan bela diri militer merupakan investasi penting dalam mencetak prajurit yang profesional dan berkarakter.
"Setiap prajurit harus memiliki kemampuan bela diri yang mumpuni sebagai bagian dari profesionalisme TNI AD. Melalui latihan dan ujian yang berjenjang, diharapkan lahir prajurit yang tangguh, berkarakter, serta mampu menjalankan tugas dengan penuh percaya diri demi menjaga keutuhan NKRI."(Pers)


















































