Jakarta, CNN Indonesia --
Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak mengungkap bahwa pihaknya telah melakukan penangkapan terhadap oknum kelompok bimbingan ibadah haji (KBIH) yang diduga melakukan penipuan dam dan badal haji hingga Rp1,4 miliar.
Menurut Dahnil, penangkapan dilakukan oleh Tim Perlindungan Jemaah Haji dari Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah, Arab Saudi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tadi malam itu ada Tim Perlindungan Jemaah Haji dari KJRI itu menangkap oknum terkait dengan dam dan badal haji," kata Dahnil lewat akun Instagram pribadinya, Selasa (9/6).
Dahnil mengatakan, praktik penipuan badal haji itu telah menelan korban hingga 140 orang jemaah. Masing-masing dikenakan tarif badal haji Rp10 juta per orang.
Dahnil memastikan praktik badal itu palsu, karena tarif badal haji bisa lebih mahal bahkan hingga Rp40 juta.
"Nah ini jelas penipuan. Kalau ada badal haji Rp10 juta, terus jemaah Rp140 juta, itu pasti penipuan. Kenapa, karena haji dakhil yang untuk masyarakat setempat, itu tarifnya bisa Rp40 jutaan. Jadi tidak mungkin ada badal bisa dilakukan dengan tarif Rp10 juta," kata Dahnil.
Menurut dia, praktik penipuan tersebut dilakukan oknum bimbingan haji yang bekerja sama dengan warga setempat.
Selain oknum badal, tim perlindungan jemaah haji dari KJRI juga menangkap penipuan terhadap dam atau denda haji. Praktiknya, kata Dahnil, banyak denda itu tak disetorkan namun justru masuk kantong pribadi.
"Itu cukup banyak jumlah jemaahnya, dan itu berangkat dari pengaduan jemaah yang mengadukan ke kami itu tidak mendapat tanda terima," kata Dahnil.
Dia memastikan pemerintah akan mengambil sikap tegas baik kepada pelaku maupun KBIH. Dahnil akan mencabut izin KBIH sambil proses pidana terhadap para pelaku.
"Besok secara resmi tim, akan menyampaikan hasilnya secara resmi," kata Dahnil.
(thr/wis)
Add
as a preferred source on Google

19 hours ago
12
















































