Bakar Batu Jadi Simbol Damai, 205 Warga Kuyawage Sambut Kehadiran Satgas Yonif 742/SWY

12 hours ago 1

LANNY JAYA - Asap dari tumpukan batu panas mengepul di Kampung Wome, Distrik Kuyawage, Kabupaten Lanny Jaya, Papua Pegunungan, Sabtu (18/7/2026). Di tengah tradisi bakar batu, sekitar 205 warga dari sejumlah kampung berkumpul dalam suasana penuh keakraban dan pesan perdamaian.

Momen tersebut semakin hangat dengan kehadiran personel Satgas Pamtas RI-PNG Mobile Yonif 742/Satya Wira Yudha (SWY) Koops TNI Habema. Para prajurit hadir dalam rangkaian patroli keamanan sekaligus membaur bersama masyarakat dalam tradisi bakar batu yang menjadi simbol syukur dan persaudaraan.

Kegiatan yang dipimpin Kepala Wilayah Gereja Baptis Papua Kuyawage, Webanus Kogoya, itu diikuti warga dari Kampung Wome, Pulau, Ninggeyagin, hingga Tumbubur. Tradisi tersebut menjadi momentum kebersamaan masyarakat setelah konflik antarsuku di wilayah Kabupaten Wamena.

Dipimpin Komandan Pos Titik Kuat (TK) Kuyawage, Lettu Inf Arya Sayaka, S.Tr.(Han), personel Satgas turut bergotong royong menyiapkan batu, ubi, dan sayuran untuk dimasak bersama warga.

Kehadiran prajurit juga dimanfaatkan untuk berkomunikasi langsung dengan masyarakat dan menyerap aspirasi warga. Dalam suasana penuh kekeluargaan, masyarakat menyampaikan apresiasi atas kehadiran TNI yang dinilai turut memberikan rasa aman dan ketenangan di wilayah Kuyawage.

Komandan Pos TK Kuyawage, Lettu Inf Arya Sayaka, mengatakan pendekatan kemanusiaan menjadi bagian penting dalam pelaksanaan tugas prajurit di lapangan.

“Kehadiran kami di Kuyawage bukan sekadar untuk menjaga keamanan wilayah, melainkan juga untuk memberikan ketenangan di hati masyarakat. Melalui tradisi bakar batu yang sarat makna persaudaraan ini, kami ingin memastikan bahwa TNI selalu hadir sebagai bagian dari keluarga besar warga Kuyawage, ” ujarnya.

Komandan Satgas Pamtas RI-PNG Mobile Yonif 742/SWY, Letkol Inf Dedi Risdiantoro, S.I.P., menegaskan bahwa pendekatan humanis dan penghormatan terhadap kearifan lokal akan terus menjadi bagian dari pelaksanaan tugas Satgas.

“Kami sangat mengapresiasi semangat perdamaian yang ditunjukkan masyarakat Kuyawage. Satgas Yonif 742/SWY akan terus mengedepankan pendekatan humanis dan menjunjung tinggi nilai-nilai kearifan lokal dalam setiap pelaksanaan tugas. Kehadiran prajurit harus menjadi pilar yang membawa rasa aman, memperkokoh persaudaraan, serta menjaga stabilitas wilayah agar masyarakat dapat membangun kampung halamannya dengan damai, ” tegasnya.

Tradisi bakar batu tersebut menjadi gambaran kuat tentang peran masyarakat dan aparat keamanan dalam membangun suasana damai. Di tengah kebersamaan warga, Satgas Yonif 742/SWY terus memperkuat komunikasi dan kepercayaan dengan masyarakat melalui pendekatan yang mengedepankan rasa aman, persaudaraan, serta penghormatan terhadap budaya lokal.

(PERS)

Read Entire Article
Sekitar Pulau| | | |