Bakiak Satgas Yonif 408: Kebersamaan Erat di Andugume

3 hours ago 1

LANNY JAYA - Di tengah kehangatan dan gelak tawa yang menghiasi Kampung Andugume, Distrik Wano Barat, Kabupaten Lanny Jaya pada Kamis (5/3/2026), sebuah permainan sederhana namun sarat makna tengah berlangsung. Satgas Yonif 408/Sbh Pos Andugume tak hanya hadir sebagai penjaga keamanan, melainkan juga sebagai perekat nilai-nilai luhur persatuan melalui permainan tradisional bakiak, dimainkan bersama anak-anak setempat.

Udara pegunungan yang sejuk seolah menjadi saksi bisu bagaimana papan kayu panjang yang mengharuskan langkah serentak itu mampu menumbuhkan benih kebersamaan dan kekompakan. Anak-anak dengan penuh semangat berusaha menjaga keseimbangan, saling bergandengan tangan, menciptakan simfoni langkah yang kadang tak seirama namun selalu berakhir dengan bangkitnya kembali semangat mencoba.

“Kami ingin kehadiran Satgas benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Melalui permainan tradisional seperti bakiak ini, kami menanamkan nilai kebersamaan, kekompakan, dan semangat persatuan kepada anak-anak sejak dini, ” ujar Kapten Inf Nur Ikhsan, Danpos Andugume.

Ia menambahkan, permainan bakiak bukan sekadar hiburan, melainkan sebuah pelajaran berharga tentang kolaborasi. “Jika satu orang tidak kompak, maka semua akan goyah. Dari situlah anak-anak belajar bahwa untuk maju, kita harus berjalan bersama. Nilai ini penting sebagai bekal mereka di masa depan, ” tambahnya.

Kegiatan ini turut mempererat ikatan emosional antara para prajurit dan warga Kampung Andugume. Kehadiran TNI di wilayah pegunungan Papua ini menunjukkan bahwa tugas mereka melampaui aspek keamanan, merambah pada pembangunan interaksi sosial yang positif dan humanis.

Tawa riang yang menggema di lapangan kampung menjadi bukti nyata betapa pendekatan sederhana mampu mendobrak sekat dan memperkuat harmoni. Dari setiap langkah kecil di atas bakiak, terukir pesan mendalam tentang kekuatan persatuan di tengah keberagaman yang indah.

Di Andugume, kebersamaan yang tercipta bukan hanya sekadar permainan belaka, melainkan sebuah simbol harapan akan lahirnya generasi Papua yang tangguh, kompak, dan senantiasa bangga menjadi bagian dari Indonesia. (Wartamiliter)

Read Entire Article
Sekitar Pulau| | | |