INTAN JAYA - Di tengah hamparan alam Papua Tengah yang menyimpan cerita unik, prajurit Satgas Pamtas RI–PNG Mobile Yonif 113/JS di Kampung Engganengga, Distrik Homeyo, Kabupaten Intan Jaya, menunjukkan sisi kemanusiaan yang menyentuh. Bukan hanya menjaga perbatasan, namun hati mereka tergerak untuk berbagi kehangatan dengan anak-anak setempat melalui sebuah suguhan sederhana: cokelat. Aksi penuh makna ini berlangsung pada Kamis (5/3/2026), menghadirkan tawa riang di wajah puluhan anak yang sedang asyik bermain di sekitar Pos Engganengga.
Seraut wajah polos anak-anak Kampung Engganengga seketika berseri saat personel TNI menghampiri mereka, membawa bingkisan kecil yang ternyata adalah cokelat. Euforia kegembiraan membuncah, menciptakan pemandangan kontras dengan tantangan geografis dan sosial yang kerap menyelimuti wilayah tersebut. Lari kecil dan senyum lebar menjadi bukti betapa sederhana sebuah kebahagiaan bisa tercipta.

“Saya sangat senang dapat cokelat dari Bapak-bapak TNI. Mereka baik dan ramah kepada kami, ” ujar Meila Andriana Bagau (12), salah satu anak Kampung Engganengga, dengan mata berbinar.
Komandan Pos (Danpos) Engganengga, Kapten Inf Rizki Hidayatullah, S.T., menjelaskan bahwa kegiatan berbagi cokelat ini merupakan wujud nyata dari pendekatan humanis yang diusung Satgas. Tujuannya adalah membangun jembatan komunikasi dan menumbuhkan rasa kepercayaan di antara masyarakat.
“Kami ingin menjadi bagian dari masyarakat di sini. Kehadiran kami bukan hanya untuk menjalankan tugas pengamanan, tetapi juga untuk membantu dan berbagi kebahagiaan. Melalui kegiatan sederhana seperti ini, kami berharap hubungan emosional dengan warga semakin kuat, ” kata Rizki.
Kapten Inf Rizki Hidayatullah menambahkan, menjalin kedekatan dengan anak-anak adalah langkah awal yang krusial dalam menciptakan suasana harmonis antara aparat dan warga. Ia menekankan pentingnya interaksi positif di tingkat akar rumput demi mewujudkan rasa aman dan nyaman di wilayah penugasan.
Kehangatan yang dihadirkan oleh Satgas ini turut dirasakan dan diapresiasi oleh tokoh gereja serta warga setempat. Mereka menyambut baik kepedulian para prajurit yang dinilai mampu membawa nuansa kebahagiaan di tengah kehidupan masyarakat pedalaman.
Lebih dari sekadar makanan ringan, aksi berbagi cokelat di Engganengga ini menjadi simbol nyata bahwa pendekatan teritorial yang mengedepankan sisi kemanusiaan tetap menjadi pilar penting dalam setiap pelaksanaan tugas pengamanan perbatasan. Di pelosok Papua Tengah ini, sebatang cokelat menjelma menjadi representasi kehadiran negara yang dirasakan langsung oleh generasi mudanya.


















































