Eks Jubir Dharma Pongrekun Somasi Pandji soal Materi di Mens Rea

3 hours ago 3

Jakarta, CNN Indonesia --

Mantan Juru Bicara Dharma Pongrekun, Ikhsan Tualeka menyampaikan somasi etik terbuka kepada komika Pandji Pragiwaksono terkait materi stand-up comedy bertajuk 'Mens Rea'.

Ikhsan mengatakan somasi etik tersebut disampaikan sebagai keberatan moral, bukan tuduhan pelanggaran hukum.

Menurutnya, materi humor politik yang disampaikan Pandji bukan kritik gagasan atau kebijakan, melainkan mengarah pada perendahan pilihan politik warga, khususnya sekitar 10 persen pemilih pasangan Dharma Pongrekun-Kun Wardana dalam Pilkada DKI Jakarta 2024.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Demokrasi memberi ruang luas bagi kebebasan berekspresi, termasuk humor politik. Namun kebebasan itu harus berjalan beriringan dengan tanggung jawab etik, terutama ketika ekspresi publik berpotensi merendahkan martabat pemilih sebagai subjek demokrasi," kata Ikhsan dalam keterangan tertulis yang dikutip Senin (12/1).

Ia mengatakan kritik terhadap kandidat politik adalah hal yang sah dan diperlukan dalam demokrasi.

Namun, kata dia, mengolok pilihan politik warga berisiko mempersempit ruang dialog publik dan menggantikan perdebatan gagasan dengan stigma simbolik.

"Yang dipersoalkan bukan perbedaan pandangan politik, melainkan cara pandang yang merendahkan hak politik sebagian warga," katanya.

Somasi etik terbuka tersebut juga menyoroti relasi kuasa dalam ruang publik, mengingat materi humor itu disebarluaskan melalui platform berbayar dengan jangkauan global.

Dalam konteks tersebut, Ikhsan menilai pentingnya tanggung jawab moral figur publik agar ekspresi yang disampaikan tidak berkontribusi pada polarisasi dan delegitimasi simbolik terhadap pemilih.

Dalam somasi etiknya, Ikhsan menyampaikan tiga permintaan utama.

Pertama, refleksi terbuka atas dampak materi humor tersebut terhadap martabat pemilih. Kedua, klarifikasi atau pernyataan publik yang menegaskan penghormatan terhadap perbedaan pilihan politik dan ketiga komitmen etik ke depan untuk membedakan kritik gagasan dari perendahan terhadap pemilih.

Ia mengatakan somasi itu memberi waktu 14 hari kalender sejak dipublikasikan bagi Pandji untuk menyampaikan tanggapan atau refleksi publik.

"Ini bukan tekanan, melainkan undangan dialog etik yang dewasa dan bermartabat," katanya.

Sementara itu, Dharma sebelumnya sudah buka suara soal materi Pandji di Mens Rea. Ia mengaku tidak tersinggung dengan materi Pandji. Namun, kata dia, ada pemilihnya di Pilkada DKI yang merasa tidak terima.

Pandji memang menyinggung soal perolehan suara Dharma saat pertunjukan Mens Rea.

"Nah, yang menjadi persoalan adalah mereka yang 10,6 persen yang merasa memilih karena dianggap oon. Ah itu yang enggak terima, karena mereka merasa, mereka yang waras," ujar Dharma.

(fra/yoa/fra)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Sekitar Pulau| | | |