Mensos Ungkap Kondisi Siswa Sekolah Rakyat: Jadi Bugar, Anemia Turun

5 hours ago 4

Banjarbaru, CNN Indonesia --

Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf alias Gus Ipul menyampaikan perubahan para murid yang mengemban pendidikan di Sekolah Rakyat dalam enam bulan terakhir.

Gus Ipul menyebut para murid di Sekolah Rakyat berasal dari keluarga miskin dan miskin ekstrem pada Desil 1 dan 2 Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"6 bulan berjalan perubahan pertama yang kami lihat adalah kesehatan anak-anak, berat badan dan tinggi badan mereka meningkat, kebugaran membaik, dan anemia menurun," kata Gus Ipul dalam pidatonya di peresmian Sekolah Rakyat, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin (12/1).

Gus Ipul bahkan berkelakar bahwa tak sedikit seragam sekolah murid sekolah rakyat yang mulai menyempit karena berat badan mereka yang naik.

Ia menyebut perubahan juga terjadi pada segi mental dan perilaku murid Sekolah Rakyat. Gus Ipul menyampaikan mereka menjadi lebih disiplin dan mandiri.

"Tidak mudah ngantuk di kelas, dan semakin mandiri dalam kehidupan sehari-hari," ucap dia.

Selain itu, Gus Ipul menyampaikan perubahan itu juga dirasakan keluarga penerima manfaat Sekolah Rakyat.

Ia menyebut para orang tua murid sekolah rakyat menyampaikan perubahan positif pada anaknya setelah bersekolah di sekolah rakyat.

"Setelah beberapa bulan tinggal di Sekolah Rakyat, para siswa dapat kesempatan untuk pulang ke rumah, banyak pesan haru yang kami terima dari orang tua, di antaranya 'terima kasih anak kami lebih rajin salatnya'," ujarnya.

Pada hari ini, Senin (12/1) Kemensos menggelar peluncuran Sekolah Rakyat. Kegiatan tersebut dipusatkan di Sekolah Rakyat Terpadu 9 Banjarbaru, Kalimantan Selatan.

Sekolah Rakyat merupakan salah satu program strategis memutus rantai kemiskinan antar generasi. Program ini merupakan inisiatif pemerintah bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem pada Desil 1 dan 2 DTSEN.

Pada 2025, sebanyak 166 titik lokasi Sekolah Rakyat Rintisan telah beroperasi. Tersebar di Sumatra 35 lokasi, Jawa 70 lokasi, Bali dan Nusa Tenggara 7 lokasi, Kalimantan 13 lokasi, Sulawesi 28 lokasi, Maluku 7 lokasi, dan Papua 6 lokasi.

Sekolah Rakyat Rintisan saat ini menampung 14.846 siswa dan didukung oleh 2.218 guru serta 4.889 tenaga kependidikan.

(fra/mnf/fra)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Sekitar Pulau| | | |