Jakarta, CNN Indonesia --
Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta melakukan rekayasa lalu lintas selama pembongkaran tiang monorel mangkrak di sepanjang Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan.
Kepala Dishub DKI Jakarta Syafrin Liputo mengatakan tidak ada penutupan jalan selama pembongkaran yang dilakukan pada malam hari.
Ia menyebut pembongkaran ditargetkan satu tiang setiap malam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sehingga, untuk lajur lambatnya, jalur lambatnya ini akan dilakukan penutupan secara staging. Jadi misalnya di ruas ini yang akan ditutup, tadi di ujung kami lakukan penutupan, kemudian di bukaan depan itu otomatis yang dari lajur cepat itu bisa masuk ke jalur lambatnya. Demikian seterusnya sampai dengan di Simpang Gatot Subroto nantinya," kata Syafrin, Rabu (14/1).
Syafrin menyatakan pembongkaran tiang monorel di sepanjang Jalan Rasuna Said akan menurunkan tingkat kemacetan sekitar 18 persen di jalanan tersebut.
Menurutnya, akan ada penambahan satu lajur jika tiang monorel dibongkar.
"Jadi hasil asesmen kami, dengan ada penambahan satu lajur cepat nantinya dan kemudian dihilangkan pemisah, median pemisah, ini akan ada perbaikan sekitar 18 persen unjuk kerja jaringan di Rasuna Said ini. Jadi akan ada peningkatan unjuk kerjanya, 18 persen," kata
Di sepanjang Jalan Rasuna Said, ada total 109 tiang yang akan dibongkar. Pemprov menyiapkan anggaran sekitar Rp254 juta untuk membongkarnya.
Namun untuk keseluruhan termasuk penataan pedestrian, taman dan jalan, Pemprov menyediakan total anggaran Rp102 miliar.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan pembongkaran monorel dan penataan Jalan Rasuna Said itu ditargetkan selesai dalam delapan bulan.
Ia memastikan sudah tidak ada urusan hukum terkait tiang monorel itu.
"Jadi urusan hukumnya tentunya dengan adanya surat dari Bapak Kejaksaan Tinggi sebenarnya sudah selesai," ujar Pramono.
Ia mengatakan Pemprov sudah bersurat ke PT Adhi Karya sejak November untuk membongkar sendiri tiang monorel itu, namun tidak kunjung dilakukan.
"Tapi yang jelas komunikasi dengan Adhi Karya tetap kami lakukan termasuk besi-besi nanti kenapa ini tidak dikerjakan dengan kontraktor tertentu, tetapi kenapa besi-besinya nanti kami akan serahkan kepada Adhi Karya," katanya.
(fra/yoa/fra)

2 hours ago
1
















































