LANNY JAYA - Di tengah keheningan Kampung Nenggeagin, Distrik Nenggeagin, Kabupaten Lanny Jaya, Papua Pegunungan, terdengar gelak tawa riang anak-anak. Suara itu menjadi melodi pengiring kegiatan luar biasa yang digagas oleh Satgas Yonif 408/Sbh, sebuah upaya tulus menanamkan rasa cinta tanah air melalui sentuhan edukatif dan humanis. Pada Selasa (13/1/2026), personel Satgas Titik Kuat (TK) Nenggeagin mengubah layar sederhana menjadi jendela dunia bagi para generasi muda Papua.
Bukan sekadar menonton, momen ini adalah perayaan kebersamaan. Para prajurit TNI duduk berdampingan dengan anak-anak, berbagi cerita, bermain, dan larut dalam kisah-kisah tentang tanah air, persatuan, serta kebanggaan menjadi bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pendekatan ini terbukti ampuh, mengubah materi kompleks tentang nasionalisme menjadi sesuatu yang mudah dicerna dan penuh keceriaan.
Antusiasme terpancar jelas dari wajah-wajah mungil itu. Tawa lepas, tepuk tangan riuh, dan tatapan penuh rasa ingin tahu menjadi saksi bisu betapa efektifnya sarana edukasi sederhana ini. Kedekatan yang terjalin tanpa sekat antara prajurit dan anak-anak menciptakan ikatan emosional yang kuat, menegaskan kehadiran TNI bukan sebagai sosok yang jauh, melainkan sebagai sahabat dan kakak yang peduli.
Danpos TK Nenggeagin Satgas Yonif 408/Sbh mengungkapkan bahwa kegiatan ini adalah wujud nyata pembinaan teritorial yang berfokus pada pembentukan karakter generasi penerus Papua. Ia percaya, anak-anak ini adalah masa depan bangsa.
“Melalui kegiatan sederhana seperti menonton film bersama, kami ingin menanamkan nilai cinta tanah air, persatuan, dan kebanggaan sebagai bangsa Indonesia. Melihat mereka belajar sambil tertawa adalah kebahagiaan tersendiri bagi kami, ” ujarnya.
Kesan mendalam pun terukir di hati anak-anak. Dengan polosnya, salah seorang anak berbagi kegembiraannya.
“Kami senang nonton film dengan abang-abang TNI. Ceritanya bagus, kami jadi tahu tentang Indonesia. Abang TNI baik dan kami mau kalau datang lagi, ” tutur anak itu, semburat ceria menghiasi wajahnya.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa tugas TNI di daerah penugasan melampaui aspek keamanan semata. Ia merambah hingga ranah pendidikan dan pembentukan karakter. Dari layar sederhana di pedalaman Nenggeagin, tumbuhlah bibit-bibit cinta tanah air yang akan menjadi pondasi bagi Papua yang damai, aman, dan Indonesia yang kian kuat.


















































