Satgas Yonif 621/Manuntung Ikut Bakar Batu Bersama Warga Sinak, Perkuat Persaudaraan dan Hormati Tradisi Papua

3 hours ago 2

PUNCAK - Di tengah dinginnya udara pegunungan Papua, suasana hangat penuh persaudaraan terasa di Desa Gigobak, Distrik Sinak, Kabupaten Puncak, Senin (22/6/2026). Prajurit Satgas Pamtas RI-PNG Mobile Yonif 621/Manuntung (MTG) bersama masyarakat setempat berkumpul dalam tradisi adat Bakar Batu, sebuah ritual budaya yang sarat makna kebersamaan, rasa syukur, dan perdamaian.

Kegiatan yang digelar Satgas Yonif 621/MTG di bawah Komando Operasi (Koops) HABEMA tersebut dipimpin bersama oleh Pasiter Satgas Yonif 621/MTG, Letnan Dua Inf Nababan, dan Ketua Suku setempat. Kehadiran prajurit TNI dalam prosesi adat itu menjadi simbol kuat penghormatan terhadap kearifan lokal sekaligus mempererat hubungan dengan masyarakat Papua.

Sejak pagi, warga dan personel Satgas tampak membaur tanpa sekat. Mereka bersama-sama mempersiapkan berbagai tahapan tradisi Bakar Batu, mulai dari mengumpulkan batu, menyiapkan kayu bakar, hingga menyusun dedaunan dan rumput sebagai media memasak makanan tradisional khas Papua.

Suasana penuh keakraban terlihat saat warga dan prajurit saling membantu menyukseskan prosesi yang telah diwariskan turun-temurun tersebut. Tidak ada jarak antara aparat dan masyarakat. Semua larut dalam semangat kebersamaan yang menjadi nilai utama tradisi Bakar Batu.

Pasiter Satgas Yonif 621/MTG, Letda Inf Nababan, mengatakan keikutsertaan personel Satgas dalam kegiatan adat merupakan bentuk penghormatan terhadap budaya masyarakat Papua yang harus dijaga dan dilestarikan.

"Tradisi Bakar Batu memiliki nilai luhur yang sangat kuat, yaitu kebersamaan, persaudaraan, dan rasa syukur. Kehadiran kami di sini adalah bentuk penghormatan terhadap adat istiadat masyarakat sekaligus mempererat hubungan yang selama ini sudah terjalin dengan baik, " ujarnya.

Menurutnya, pendekatan humanis melalui kegiatan sosial dan budaya menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan serta memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat.

Sementara itu, Ketua Suku setempat mengapresiasi keterlibatan personel Satgas yang dinilai selalu menghormati adat dan budaya masyarakat setempat.

"Kami merasa senang karena bapak-bapak TNI mau hadir dan ikut bersama kami dalam kegiatan adat. Ini menunjukkan bahwa mereka menghargai budaya kami dan menjadi bagian dari keluarga masyarakat di sini, " katanya.

Tradisi Bakar Batu sendiri merupakan salah satu warisan budaya masyarakat Papua yang biasanya digelar sebagai ungkapan syukur, penyelesaian konflik, penyambutan tamu kehormatan, maupun mempererat hubungan sosial antarwarga.

Komandan Satgas Pamtas RI-PNG Mobile Yonif 621/Manuntung menegaskan bahwa kegiatan budaya seperti ini menjadi bagian dari pendekatan teritorial yang terus dikedepankan selama pelaksanaan tugas di Papua.

"Kami ingin membangun kedekatan emosional dengan masyarakat melalui berbagai kegiatan positif. Dengan saling menghormati dan memahami budaya lokal, hubungan harmonis antara TNI dan masyarakat akan semakin kuat sehingga tercipta situasi yang aman, damai, dan kondusif, " ujarnya.

Melalui partisipasi aktif dalam kegiatan adat dan sosial kemasyarakatan, Satgas Yonif 621/MTG berharap dapat terus memperkuat persaudaraan dengan masyarakat serta mendukung terciptanya stabilitas wilayah yang berkelanjutan.

Di balik kepulan asap dan hangatnya batu yang digunakan dalam prosesi adat tersebut, tersimpan pesan kuat tentang persatuan. Bahwa keberagaman budaya bukanlah penghalang, melainkan jembatan untuk membangun kedamaian dan kebersamaan di Tanah Papua.

(PERS)

Read Entire Article
Sekitar Pulau| | | |