PURWOREJO - Penantian panjang warga Desa Watuduwur, Kecamatan Bruno, untuk mendapatkan akses air bersih mulai menemukan titik terang. Satuan Tugas TMMD Reguler ke-129 Tahun 2026 Kodim 0708/Purworejo resmi memulai pengeboran lima titik sumur bor yang diproyeksikan menjadi solusi permanen bagi krisis air bersih yang selama ini menghantui masyarakat, terutama saat musim kemarau.
Pengeboran dimulai pada Kamis (16/7/2026) dengan melibatkan personel Satgas TMMD bersama tenaga teknis di lokasi yang telah ditetapkan. Program ini menjadi salah satu sasaran prioritas TMMD karena menyentuh kebutuhan paling mendasar masyarakat, yakni ketersediaan air bersih untuk kebutuhan rumah tangga, pertanian, hingga peternakan.
Lima sumur bor tersebut akan dibangun di dua pedukuhan di Desa Watuduwur. Kehadirannya diharapkan mampu mengurangi ketergantungan warga terhadap sumber air musiman sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan dan kesejahteraan masyarakat dalam jangka panjang.
Danramil 10/Bruno, Kapten Inf Eko Setiawan, mengatakan penyediaan air bersih menjadi fokus utama TMMD karena memiliki dampak langsung terhadap kehidupan masyarakat.
"Sebanyak lima titik sumur bor kami bangun di dua pedukuhan Desa Watuduwur sebagai solusi atas persoalan krisis air bersih yang selama ini dihadapi masyarakat. Harapan kami, warga tidak lagi mengalami kesulitan memperoleh air bersih, terutama ketika musim kemarau tiba, " ujar Kapten Inf Eko Setiawan.
Menurutnya, TMMD bukan hanya menghadirkan pembangunan infrastruktur, tetapi juga memberikan solusi nyata terhadap kebutuhan dasar masyarakat agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan.
"Program TMMD tidak hanya membangun jalan, tetapi juga menjawab persoalan yang paling dibutuhkan masyarakat. Air bersih adalah kebutuhan pokok. Dengan tersedianya sumur bor ini, kami berharap kualitas hidup, kesehatan, dan produktivitas masyarakat Desa Watuduwur akan semakin meningkat, " tegasnya.
Selain pembangunan lima titik sumur bor, TMMD Reguler ke-129 Kodim 0708/Purworejo juga mengerjakan jalan rabat beton, rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), jambanisasi, serta berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat. Seluruh program tersebut menjadi bagian dari upaya mempercepat pembangunan desa sekaligus memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat.
Dengan dimulainya pengeboran sumur bor, harapan baru kini tumbuh di tengah masyarakat Desa Watuduwur. Program TMMD diharapkan mampu menghadirkan perubahan nyata, tidak hanya melalui pembangunan fisik, tetapi juga dengan meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara berkelanjutan.
(Agung)


















































