2.500 Jembatan dan 3.000 Titik Air Bersih Diresmikan, Negara Hadir hingga Pelosok

18 hours ago 3

KEBUMEN - Ribuan jembatan dan sarana air bersih di berbagai wilayah Indonesia resmi diluncurkan dalam program 2.500 Jembatan Garuda dan 3.000 titik sarana air bersih yang digelar secara terpusat dan daring oleh Presiden RI Prabowo Subianto, Kamis (13/8/2026).

Kegiatan bertema “Negara Hadir untuk Rakyat” tersebut turut diikuti masyarakat di RT 05/RW 03 Dukuh Sanggrahan, Desa Wonorejo, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Kebumen. Sekitar 200 peserta hadir, termasuk Dandim 0709/Kebumen Letkol Inf Eko Majlistyawan Prihantono, S.H., M.I.P., unsur Forkopimda, pemerintah daerah, tokoh masyarakat, tokoh agama, guru, hingga pelajar.

Program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah bersama TNI untuk membuka akses masyarakat terhadap infrastruktur dasar, terutama di wilayah yang selama ini menghadapi kendala geografis maupun keterbatasan fasilitas.

Jembatan Buka Akses Sekolah hingga Ekonomi

Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menjelaskan, pembangunan Jembatan Garuda diarahkan untuk mempercepat konektivitas masyarakat di berbagai daerah.

Program tersebut telah berjalan hampir tujuh bulan dan menyasar wilayah dengan tantangan medan serta sejumlah kawasan terdampak bencana. Dalam jangka panjang, pembangunan ditargetkan mencapai 5.000 jembatan.

Keberadaan jembatan diharapkan membuka akses warga menuju sekolah, fasilitas kesehatan, pusat perekonomian, hingga memperlancar mobilitas ambulans dan distribusi bantuan. Manfaat program tersebut diperkirakan dapat dirasakan sekitar 4, 5 juta jiwa.

“Jembatan bukan sekadar penghubung antarkampung. Infrastruktur ini membuka akses masyarakat terhadap pendidikan, kesehatan, kegiatan ekonomi, hingga bantuan ketika terjadi kondisi darurat, ” kata Maruli dalam paparannya.

Ribuan Titik Air Bersih Dibangun

Selain konektivitas, kebutuhan air bersih menjadi perhatian dalam program tersebut. Hingga kini tercatat 10.912 titik sarana air bersih telah dibangun, termasuk tambahan 3.000 titik yang dikerjakan sepanjang Januari hingga Agustus 2026.

Sarana tersebut diarahkan ke wilayah yang menghadapi keterbatasan akses air bersih, termasuk kawasan dengan kondisi geografis sulit dan sumber air terbatas.

Ketersediaan air bersih dinilai memiliki dampak langsung terhadap kehidupan masyarakat karena berkaitan dengan kebutuhan sehari-hari sekaligus kualitas hidup warga.

Presiden RI Prabowo Subianto dalam sambutannya mengapresiasi kerja jajaran TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat yang terlibat dalam program tersebut.

“TNI dan Polri adalah institusi yang berasal dari rakyat, bekerja untuk rakyat, dan mengabdi kepada rakyat, ” tegas Prabowo.

Ia juga memberikan penghormatan kepada para prajurit dan anggota Polri yang bekerja di lapangan menghadapi berbagai tantangan medan maupun cuaca.

Peluncuran ribuan jembatan dan sarana air bersih tersebut menjadi penanda bahwa pembangunan infrastruktur dasar terus diarahkan hingga ke wilayah pelosok.

Di satu sisi, jembatan membuka akses yang sebelumnya sulit dijangkau. Di sisi lain, sarana air bersih menjawab kebutuhan dasar masyarakat.

Dari Kebumen hingga berbagai pelosok Indonesia, program tersebut membawa pesan bahwa pembangunan bukan hanya tentang membangun fisik, tetapi memastikan akses dan kebutuhan dasar masyarakat semakin mudah dijangkau.

(Agung)

Read Entire Article
Sekitar Pulau| | | |