INTAN JAYA - Prajurit Satgas Yonif 757/GV turun langsung membantu menggerakkan ekonomi petani dengan memborong hasil pertanian warga di Pasar Pogapa, Distrik Homeyo, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah, Jumat (14/8/2026).
Aksi tersebut dilakukan melalui program ROSITA (Borong Hasil Tani) yang dipimpin Letda Caj Wahyu bersama lima personel Titik Kuat Kotis. Sejumlah hasil kebun seperti sayuran, umbi-umbian, dan buah-buahan dibeli langsung dari petani serta pedagang setempat.
Langkah tersebut menjadi bentuk dukungan prajurit terhadap pemasaran hasil panen warga. Dengan membeli langsung produk pertanian, Satgas turut membantu menyerap hasil kebun sekaligus memberikan tambahan pemasukan bagi masyarakat.
Tidak berhenti pada transaksi jual beli, prajurit juga berdialog dengan petani dan pedagang. Mereka menyerap aspirasi warga mengenai aktivitas pertanian sekaligus memberikan motivasi agar produktivitas kebun terus dikembangkan.
Letda Caj Wahyu mengatakan, program ROSITA diharapkan mampu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat Pogapa.
“Kami ingin hasil pertanian masyarakat terserap dengan baik. Dengan membeli langsung hasil kebun warga, kami berharap dapat membantu perekonomian keluarga sekaligus mendorong para petani untuk terus produktif, ” ujar Wahyu.
Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi ruang bagi prajurit untuk lebih dekat dengan masyarakat. Komunikasi yang terjalin di pasar membuat prajurit dapat mengetahui secara langsung kondisi serta kebutuhan warga.
Bagi petani, dukungan terhadap pemasaran hasil panen menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan usaha pertanian. Sayuran, umbi-umbian, dan buah yang dibeli prajurit dapat memberikan perputaran ekonomi langsung di lingkungan masyarakat.
Program ROSITA sekaligus memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat di wilayah Distrik Homeyo. Kehadiran prajurit tidak hanya terlihat dalam tugas pengamanan, tetapi juga melalui kegiatan yang menyentuh aktivitas ekonomi masyarakat sehari-hari.
Satgas Yonif 757/GV berharap kegiatan borong hasil tani dapat terus dilakukan secara berkelanjutan. Dengan dukungan tersebut, petani Kampung Pogapa diharapkan semakin produktif, mandiri, dan mampu mengembangkan potensi pertanian sebagai sumber penghidupan keluarga.
Dari pasar rakyat Pogapa, langkah sederhana memborong hasil kebun menjadi bentuk nyata dukungan terhadap petani sekaligus jembatan yang mempererat hubungan prajurit TNI dengan masyarakat Papua.
(PERS)


















































