Jakarta, CNN Indonesia --
Pemerintah Kabupaten Blora menindaklanjuti laporan masyarakat mengenai kondisi rumah tidak layak huni milik Samijah (71), warga Desa Gagakan, Kecamatan Sambong. Bupati Blora Arief Rohman meninjau lokasi untuk menyerahkan bantuan sosial pada Selasa (15/9).
Kunjungan ini dilakukan guna memastikan penanganan sosial yang tepat bagi keluarga tersebut. Pada kesempatan tersebut, ia didampingi oleh Ketua Baznas Kabupaten Blora H. Sutaat, Ketua IPSM Laga Kusuma, Kepala Desa Gagakan, Dinas Sosial P3A, serta Puskesmas setempat.
Arief mengatakan, informasi soal kondisi rumah Samijah ia terima dari laporan media dan relawan sosial yang aktif menyampaikan persoalan masyarakat di lapangan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita menerima laporan dari teman-teman media bahwa ada masyarakat yang kondisi rumahnya tidak layak. Sore ini kita serahkan bantuan dari Baznas dan teman-teman ASN," ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (15/9).
Ia menambahkan, pihaknya akan meminta agar rumah tersebut segera dibedah sehingga layak untuk ditempati. Selain menyerahkan bantuan, Arief juga menjenguk dua cucu Samijah yang mengalami disabilitas sejak lahir.
Dirinya meminta Dinas Sosial, Baznas, dan pihak terkait memberikan pendampingan berkelanjutan bagi keluarga tersebut. Perhatian khusus diminta diberikan mengingat kondisi kedua cucu Samijah yang menyandang disabilitas.
"Ini juga ada anak difabel. Kita minta nanti dari Dinas Sosial dan juga Baznas untuk terus mengawal dan memberikan perhatian," imbuh dia.
Menurut Arief, penanganan persoalan sosial membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, relawan, dan masyarakat. Karena itu, ia mendorong IPSM dan insan media untuk terus menyampaikan aduan yang ditemukan di lapangan agar dapat segera ditindaklanjuti.
"Kita antara pemerintah dan teman-teman relawan harus terus bersinergi. Saya minta IPSM dan juga teman-teman media, kalau menemukan aduan dari masyarakat, mari kita tangani bersama-sama," katanya.
Ia mengapresiasi semakin banyaknya relawan sosial yang terlibat membantu masyarakat. Saat ini, jumlah relawan IPSM di Kabupaten Blora mencapai sekitar 150 orang yang aktif menangani berbagai persoalan sosial di tingkat desa.
Arief juga meminta pemerintah desa setempat mengawal proses perbaikan rumah Samijah dengan semangat gotong royong bersama masyarakat. Ia berharap perbaikan tersebut dapat segera terealisasi.
"Pak lurah, tolong segera dikawal. Dengan gotong royong masyarakat, rumah yang tidak layak ini semoga segera bisa dibangun menjadi rumah yang layak untuk ditinggali," tegas dia.
Sementara itu, Ketua Baznas Kabupaten Blora H. Sutaat menjelaskan bahwa pihaknya menyalurkan bantuan sebesar Rp20 juta yang akan digunakan untuk rehabilitasi rumah Samijah. Selain itu, Dinas Sosial P3A turut memberikan bantuan kebutuhan dasar rumah tangga.
"Dari Baznas ada bantuan Rp20 juta untuk rehab rumah Bu Samijah. Ada juga bantuan dari Dinsos P3A berupa kasur, selimut, bantal, dan peralatan dapur," katanya.
Ia menambahkan, keluarga Samijah sebelumnya juga pernah menerima program bantuan rumah tidak layak huni. Pada 2024, rumah anak pertama Samijah yang berada di sebelah rumahnya telah mendapatkan bantuan bedah rumah.
(rir)

5 hours ago
1
















































