Cerita Nelayan Bertemu Rombongan Kapal Jurnalis Sebelum Hilang Kontak

4 hours ago 1

Jakarta, CNN Indonesia --

Supri yang merupakan seorang nelayan dari Pantai Carita, Banten, mengaku sempat berpapasan dengan speedboat rombongan jurnalis yang kemudian hilang kontak ketika meliput Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda.

Saat itu, katanya, dirinya sedang melaut mencari ikan ketika berpas-pasan dengan kapal yang diduga membawa para jurnalis tersebut.

"Ya, sempat sih ketemu pak. Cuman istilahnya kan lewat ya, cuman lewat aja dia [kapalnya]. Setelah itu kami tidak tahu arahnya [kapalnya] dia mau kemana," ungkap Supri saat diwawancara koresponden CNN Indonesia TV, Rabu (9/9).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Supri juga menambahkan, bahwa saat berpapasan, kondisi perairan masih terlihat normal. Sementara itu, kondisi arah angin bergerak menuju arah selatan atau menuju wilayah Lampung bagian timur.

Sementara itu, memasuki hari ketiga pencarian pada Kamis (10/9), petugas telah mengerahkan proses pencarian yang fokus pada wilayah laut.

Sebanyak 9 kapal dikerahkan, diantaranya: KN SAR Tetuka, KRI Leuser, KRI Lepu, KAL Anyer, RBB Peucang, RIB 02 Banten, RIB 02 Lampung, RIB 03 Lampung, dan KP Sanjaya.

Tiga di antara kapal tersebut adalah kapal perang milik TNI AL, yakni KRI Leuser-924, KRI Kerambit-627, dan KRI Lepu-861. Pengerahan kapal perang juga turut mengoptimalkan pencarian para jurnalis.

Selain itu, tim gabungan yang melakukan penyisiran sejak Selasa (8/9) hingga kini sudah berjumlah 250 personel. Kemudian, personel dibagi ke 5 titik wilayah operasi pencarian.

Kapolda Banten Irjen Pol Hengki juga meminta apabila masyarakat menemukan benda atau sesuatu yang terlihat mencurigakan terkait kapal yang hilang kontak tersebut, agar segera melapor kepada petugas.

"Apabila masyarakat atau nelayan menemukan benda-benda mencurigakan atau benda yang terapung di laut, segera informasikan kepada petugas atau posko kami yang berada di Carita. Infomasi tersebut akan membantu tim untuk segera melakukan pengecekan dan langkah pencarian," jelas Hengki dikutip dari detik.com.

Sebelumnya diberitakan, rombongan lima jurnalis beserta dua awak kapal dan satu pemandu hilang kontak pada Senin (7/9) sekitar pukul 14.00 WIB.

Rombongan ini bertolak dari Dermaga Pagedongan, Carita, Pandeglang, Banten menggunakan speedboat. Mereka datang untuk meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau yang sedang erupsi sejak akhir pekan lalu.

Adapun nama-nama dalam kapal tersebut adalah M Bagus Khoirunnas (jurnalis ANTARA), Ari Basuki (jurnalis Merdeka), Yudhis (jurnalis iNews), Daus (jurnalis Anadolu), serta Donal (pewarta lepas). Sedangkan awak kapal bernama Warta (55) dan Surakman (60) serta pemandu yang bernama Heriyanto (49).

(mou/kid)

Read Entire Article
Sekitar Pulau| | | |