Doa Bersama di Goa Balim: Loreng dan Iman Tanda Damai Pedalaman Papua

12 hours ago 6

NDUGA - Kabut pagi di Kampung Wamitu, Distrik Goa Balim, Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan, tersibak perlahan pada Minggu (30/11/2025), bukan hanya oleh mentari, tapi juga oleh denting lonceng Gereja Baptis Wamitu. Pagi itu menjadi saksi bisu sebuah momen berharga: barisan prajurit Satgas Mobile Yonif 408/Sbh Pos Wamitu melangkah masuk ke ruang ibadah, duduk khidmat berdampingan dengan warga. Sebuah pemandangan yang mengukuhkan pesan kuat tentang stabilitas keamanan yang kian menguat di jantung pegunungan Nduga.

Kegiatan yang dikemas dalam program Komunikasi Sosial (Komsos) bertajuk Minggu Kasih ini, secara gamblang menunjukkan sisi lain dari operasi teritorial TNI yang menempatkan pendekatan sosial-keagamaan sebagai prioritas utama. Kehadiran para personel pos disambut hangat oleh gembala gereja dan para penatua, menciptakan suasana kebersamaan yang terasa kental.

"Kami melihat sendiri saudara-saudara kami dari Satgas 408 duduk bersama jemaat. Bukan dengan jarak, tapi dengan hormat dan ketulusan. Itu artinya, Wamitu sedang belajar kembali bahwa damai itu mungkin, " ujar Pendeta Gombo Wenda (58), seorang tokoh gereja setempat, kepada media usai ibadah. Ia menambahkan bahwa kidung rohani yang dinyanyikan bersama menjadi bukti nyata dari keamanan yang tak hanya menyentuh fisik, namun juga meresap dalam ketenangan batiniah warga.

Kapten Inf Indra, Danpos Wamitu, menegaskan bahwa kehadiran prajuritnya di gereja bukan sekadar agenda seremonial. "Misi kami jelas: menjaga masyarakat bisa beribadah dengan tenang. Hari ini prajurit saya tidak bicara, tetapi hadir dan mendengar lewat doa. Bagi kami, itu adalah bagian dari membaca wilayah tanpa memicu ketegangan, tetapi justru merangkul, " jelasnya.

Ia menekankan bahwa konsistensi kehadiran Satgas dalam ruang-ruang sosial menjadi kunci utama dalam membangun kepercayaan masyarakat di Nduga. Setelah ibadah usai, para prajurit tak lantas beranjak. Mereka berbaur di halaman gereja, bertukar cerita ringan tentang jadwal sekolah anak-anak, hasil panen kebun, hingga layanan kesehatan keliling yang rutin digelar oleh pos.

Perasaan lega dan syukur terpancar dari Mama Yuliana Kogoya (39), salah seorang orang tua murid. "Torang mama bisa tidur lebih tenang sekarang. Anak-anak sekolah lagi, ibadah nyaman. Kalau lihat Satgas duduk doa sama-sama, torang merasa tidak diawasi, tapi dijaga, " tuturnya dengan senyum sumringah.

Kehadiran prajurit TNI di tengah masyarakat, duduk bersama dalam satu bangku gereja, menjadi penanda perubahan. Di tempat yang dulu Merah Putih terasa jauh, kini kedamaian mulai tumbuh dalam kebersamaan keseharian, bukan lagi sekadar sebuah harapan.

(Wartamiliter)

Read Entire Article
Sekitar Pulau| | | |